Serta Bangunan Dalem yang terdapat bentuk gunung telanjang tanpa teritis dan diselesaikan dengan bentuk seperti cerobong asap di puncaknya merupakan corak dari Eropa.
2. Dibangun oleh Arsitek dari China
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Dinas Perpustakaan & Kearsipan Jawa Timur, Keraton Sumenep dibangun dengan arsitek yang berasal dari China bernama Liaw Piau Ngo.
Latar belakang etnis dari sang arsitek inilah yang kemudian memberikan corak perpaduan 3 budaya pada bangunan keraton yakni budaya China, Jawa, dan Eropa.
3. Mengusung Konsep Catur Gatra
Salah satu pengaruh dari Kesultanan Mataram pada Keraton Sumenep adalah konsep Catur Gatra yang menjadi tata letak pembangunan kota yang di dalamnya termasuk bangunan Keraton ini.
Catur Gatra adalah konsep pembangunan yang terdiri atas 4 komponen yakni Keraton sebagai pusat pemerintahan, Masjid yang melambangkan aspek spiritualitas keagamaan, pasar sebagai pusat ekonomi, dan alun-alun sebagai tempat berinteraksinya rakyat dengan raja.
4. Cagar Budaya Milik Provinsi Jawa Timur
Komplek Keraton Sumenep telah diakui sebagai cagar budaya oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2017 dan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!