SketsaNusantara.id - Media sosial digemparkan dengan unggahan Jerome Polin yang membongkar adanya tawaran bayaran fantastis untuk menjadi buzzer.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jerome mengaku mendapat tawaran hingga Rp150 juta hanya untuk membuat satu konten promosi yang diarahkan guna membentuk narasi positif terkait isu tertentu.
"Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. 1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware," tulis Jerome, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya, @jeromepolin.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jerome mengaku mendapat tawaran hingga Rp150 juta hanya untuk membuat satu konten promosi yang diarahkan guna membentuk narasi positif terkait isu tertentu.
"Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. 1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware," tulis Jerome, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya, @jeromepolin.
Baca Juga: Syok! Jerome Polin Beri Pesan Menohok Usai Dapat Tawaran Jadi Buzzer Pro Pemerintah dengan Honor Fantastis: Mending Buat Naikin Gaji Guru
Dalam unggahannya tersebut, Jerome juga menegaskan permintaan kepada pihak agensi dan Key Opinion Leader (KOL) untuk tidak mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi.
Unggahan itu langsung memicu berbagai tanggapan tegas dari masyarakat, bahkan dari sejumlah figur publik lainnya.
"Cuih. DUIT GA BISA BELI HARGA DIRI" tulis Aktris Tamara Dai dengan aku Instagramnya, @tamaradai. Komentar itu pun langsung dibanjiri ribuan like dari warganet yang mendukung sikap Jerome.
Dalam unggahannya tersebut, Jerome juga menegaskan permintaan kepada pihak agensi dan Key Opinion Leader (KOL) untuk tidak mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi.
Unggahan itu langsung memicu berbagai tanggapan tegas dari masyarakat, bahkan dari sejumlah figur publik lainnya.
"Cuih. DUIT GA BISA BELI HARGA DIRI" tulis Aktris Tamara Dai dengan aku Instagramnya, @tamaradai. Komentar itu pun langsung dibanjiri ribuan like dari warganet yang mendukung sikap Jerome.
Baca Juga: Jerome Polin Ungkap Kepedihan atas Tragedi Tewasnya Driver Ojol yang Dilindas Rantis Brimob pada Demo 28 Agustus 2025
"KASIH TAU JERRR" tak ketinggalan Abigail Imuria juga berkomentar dengan akun instagramnya, @abigailimuria.
"Capek kerja, susah cari uang buat kelangsungan hidup ditambah buat bayar pajak, eh duitnya dipake buat bayar buzzer... gws buat negara ini," ungkap akun @abelgdn.
Ungkapan kekecewaan juga disuarakan oleh Dylan Pros yang mengingatkan tentang bahaya influencer yang tergiur tawaran semacam itu.
"KASIH TAU JERRR" tak ketinggalan Abigail Imuria juga berkomentar dengan akun instagramnya, @abigailimuria.
"Capek kerja, susah cari uang buat kelangsungan hidup ditambah buat bayar pajak, eh duitnya dipake buat bayar buzzer... gws buat negara ini," ungkap akun @abelgdn.
Ungkapan kekecewaan juga disuarakan oleh Dylan Pros yang mengingatkan tentang bahaya influencer yang tergiur tawaran semacam itu.
Baca Juga: Mantappu Corp Rayakan Ulang Tahun ke-4 di Labuan Bajo, Jerome Polin Ungkap Harapan Besar
"Hati-hati dengan Influencer yang menerimanya. JIWA AJA DIJUAL APALAGI FOLLOWERSNYA?" kata @dylandpros.
Isu terkait buzzer memang bukan hal baru di Indonesia, tetapi nominal fantastis yang diungkap Jerome membuat publik semakin geram. Bagi banyak orang, tawaran Rp150 juta untuk satu postingan dinilai sangat tidak etis, apalagi jika menggunakan uang rakyat.
Seperti yang ditegaskan Jerome, seandainya dana tersebut dialihkan untuk kesejahteraan guru, dampaknya akan jauh lebih terasa bagi masyarakat.
"Hati-hati dengan Influencer yang menerimanya. JIWA AJA DIJUAL APALAGI FOLLOWERSNYA?" kata @dylandpros.
Isu terkait buzzer memang bukan hal baru di Indonesia, tetapi nominal fantastis yang diungkap Jerome membuat publik semakin geram. Bagi banyak orang, tawaran Rp150 juta untuk satu postingan dinilai sangat tidak etis, apalagi jika menggunakan uang rakyat.
Seperti yang ditegaskan Jerome, seandainya dana tersebut dialihkan untuk kesejahteraan guru, dampaknya akan jauh lebih terasa bagi masyarakat.
Baca Juga: Jerome Polin Soroti Akar Masalah Pendidikan Indonesia dengan Menekankan Kesejahteraan Guru
Unggahan Jerome juga memantik diskusi lebih luas mengenai transparansi penggunaan pajak di Indonesia. Banyak netizen yang menilai bahwa fenomena buzzer sudah menjadi masalah serius yang menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun institusi terkait.
Influencer kini memiliki posisi strategis yang bisa digunakan untuk menyuarakan kebenaran atau sebaliknya, mengarahkan opini masyarakat sesuai kepentingan tertentu. Karena itu, sikap kritis Jerome Polin dianggap langkah berani yang layak diapresiasi.
Dalam situasi ekonomi yang semakin berat, publik menilai pengalokasian dana untuk buzzer adalah bentuk penyalahgunaan yang menyakitkan.
Unggahan Jerome juga memantik diskusi lebih luas mengenai transparansi penggunaan pajak di Indonesia. Banyak netizen yang menilai bahwa fenomena buzzer sudah menjadi masalah serius yang menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun institusi terkait.
Influencer kini memiliki posisi strategis yang bisa digunakan untuk menyuarakan kebenaran atau sebaliknya, mengarahkan opini masyarakat sesuai kepentingan tertentu. Karena itu, sikap kritis Jerome Polin dianggap langkah berani yang layak diapresiasi.
Dalam situasi ekonomi yang semakin berat, publik menilai pengalokasian dana untuk buzzer adalah bentuk penyalahgunaan yang menyakitkan.
"Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong," tegas Jerome dalam pesannya yang kini viral.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!