SketsaNusantara.id - Nama Sunan Ambu cukup asing terdengar jika dibandingkan dengan sosok Nyi Roro Kidul yang dikenal sebagai penguasa laut selatan.
Namun baru-baru ini sosok Sunan Ambu menjadi sorotan usai disebut Dedi Mulyadi dalam klarifikasinya mengenai kirab bendera di Gedung Pakuan dalam perayaan HUT ke-80 Provinsi Jawa Barat.
Sosok penari perempuan yang awalnya dianggap lambang Nyi Roro Kidul berkain merah dan putih rupanya merupakan perumpamaan wujud Sunan Ambu.
“Itu bukan penari yang melambangkan Nyi Ratu Kidul, itu penari yang melambangkan Sunan Ambu,” terang Dedi Mulyadi dalam klarifikasi yang diunggah Instagramnya @dedimulyadi71.
Bagi masyarakat di luar Jawa Barat, sosok tersebut memang tidak sepopuler Nyi Roro Kidul yang hampir dikenal di seluruh pulau Jawa.
Berdasarkan penjelasan Dedi Mulyadi, Sunan Ambu merupakan simbol dari tanah di masyarakat Sunda.
Baca Juga: Bukan Hanya Nyi Roro Kidul, Indonesia Ternyata Punya 7 Ratu Penguasa Alam Gaib yang Sakti!
Kata Sunan Ambu sendiri diambil dari Bahasa Sunda yakni Susuhunan yang artinya seseorang yang dimuliakan dan ambu yang bermakna ibu.
Secara harfiah, Sunan Ambu diartikan sebagau Ibu yang dimuliakan atau Ratu Ibu.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Facebook sunda.djati, Sunan Ambu juga bisa diartikan sebagai Mahadewi yang memimpin para Batara dan Pohaci sekaligus penguasa tertinggi Alam Gaib dalam tatar Sunda.
Dalam folklore Lutung Kasarung yang populer di tanah Sunda, Sunan Ambu muncul sebagai sosok yang mengutuk Guruminda.