Jumat, 10 Juli 2026

Bukan Nyi Roro Kidul, Inilah Sosok Perempuan di Kirab Bendera saat HUT Provinsi Jabar, Dedi Mulyadi: Simbol...

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:46 WIB
Klarifikasi Dedi Mulyadi terkait sosok perempuan yang disangka Nyi Roro Kidul saat kirab bendera HUT Jabar (Humas Jawa Barat)
Klarifikasi Dedi Mulyadi terkait sosok perempuan yang disangka Nyi Roro Kidul saat kirab bendera HUT Jabar (Humas Jawa Barat)

 

SketsaNusantara.id - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat pada 19 Agustus 2025 menjadi sorotan publik.

Salah satunya karena kemunculan sosok penari perempuan dalam kirab bendera merah putih di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat.

Banyak sumber yang menyebutkan sosok tersebut merupakan simbol Nyi Roro Kidul yang mengenakan kain merah dan putih.

Baca Juga: Agak Lain! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bawa Kabar Baik, Bebaskan Tunggakan Pajak di Tengah Maraknya Kepala Daerah Naikkan PBB, Ini Ketentuannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara mengenai pemberitaan tersebut.

Melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, pria yang dijuluki Bapak Aing ini menegaskan bahwa penari perempuan tersebut bukan melambangkan Nyi Roro Kidul.

“Itu bukan penari yang melambangkan Nyi Ratu Kidul,” tuturnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan di Instagram @dedimulyadi71 pada 20 Agustus 2025.

Baca Juga: Bebas Berekspresi, Dedi Mulyadi Tidak Permasalahkan Maraknya Pemasangan Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI: Merah Putih Tetap Berkibar Paling Atas

Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan bahwa penari perempuan dalam kirab bendera tersebut adalah Sunan Ambu.

“Sunan Ambu itu simbol dari tanah bagi masyarakat adat Sunda,” terang Dedi lagi.

Ia pun menyayangkan sejumlah pemberitaan yang dinilai kurang memahami makna simbolik dalam sebuah adat atau kebudayaan.

Baca Juga: Dirayakan Bersamaan pada Hari Ini, Berikut Twibbon Peringatan HUT Ke-80 Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Ayo Bagikan di Instagram!

“Pentingnya memahami makna simbolik agar tidak keliru dalam berfalsafah. Hatur nuhun,” tulisnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @dedimulyadi71

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X