Mereka harus melayani dengan sabar, menjaga rumah itu sebagai monumen hidup perjuangan bangsa. Sikapnya ini mencerminkan jiwa besar seorang rakyat biasa yang mengerti arti kemerdekaan.
Sayangnya, nama Djiaw Kie Song jarang disebut dalam buku pelajaran atau catatan sejarah resmi. Padahal, tanpa kerelaannya, perjalanan proklamasi bisa jadi berjalan dengan cerita yang berbeda.
Hingga kini, rumah tersebut masih dihuni oleh keturunannya, berdiri sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia juga lahir dari pengorbanan orang-orang biasa.
Bangunan itu telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan sempat direncanakan untuk direvitalisasi pada 2015. Namun, banyak hal teknis yang masih perlu didiskusikan, mengingat bagian belakang rumah kini hanya berupa bilik bambu dan struktur atap yang sudah berubah dari bentuk aslinya.
Kisah Djiaw Kie Song mengingatkan kita bahwa sejarah bukan hanya milik tokoh besar. Kadang, seorang petani sederhana di sebuah desa kecil seperti Rengasdengklok bisa menjadi bagian penting dari cerita lahirnya sebuah negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!