SketsaNusantara.id - Masuknya Islam ke Indonesia bukanlah peristiwa mendadak.
Prosesnya berlangsung bertahap, melalui jalur perdagangan dan migrasi budaya yang melibatkan berbagai bangsa dari kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.
Salah satu kelompok yang memberi kontribusi besar adalah bangsa Persia, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iran.
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo karya KH Agus Sunyoto, menurut P. Wheatley dalam The Golden Kersonese, kehadiran para pedagang Arab di Nusantara sudah terjadi sejak abad ke-7 Masehi, bahkan sebelum Islam datang.
Sumber Dinasti Tang dari Tiongkok mencatat aktivitas mereka di Kerajaan Kalingga saat dipimpin Rani Simha.
Namun, pada abad ke-10, gelombang baru datang, yakni para keluarga Persia yang bermigrasi dan menetap di berbagai wilayah Nusantara.
Baca Juga: Upaya Dukungan Kemanusiaan, Ivan Gunawan Ciptakan Tembok Harapan untuk Doakan Kemerdekaan Palestina
Berdasarkan catatan S.Q. Fatimi dalam Islam Comes to Malaysia, berikut ini adalah 4 keluarga besar Persia yang bermigrasi ke Nusantara dan memberikan pengaruh dalam sejarah awal Islam di kawasan ini.
1. Keluarga Lor
Keluarga ini datang ke Nusantara pada tahun 912 M (300 H) pada masa pemerintahan Nasiruddin bin Badr di wilayah Lor, Persia.
Mereka menetap di Jawa dan membentuk sebuah perkampungan bernama Loran atau Leran, yang dalam bahasa Persia berarti tempat tinggal orang Lor.
2. Keluarga Jawani
Datang pada tahun 913 M (301 H), keluarga ini berasal dari masa pemerintahan Jawani al-Kurdi di Iran.