jelajah

4 Ritual dan Tradisi Sakral di Bulan Suro, Ada Selamatan Khusus Selama Seminggu hingga Melarung Sesaji

Jumat, 27 Juni 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi tradisi bulan Suro yang masih hidup di masyarakat Jawa saat ini (YouTube Ridwan Prakoso)

 

SketsaNusantara.id - Bulan Muharram atau yang sering juga disebut dengan nama Bulan Suro kerap dianggap sebagai bulan sakral.

Bulan pertama dalam kalender Hijriah maupun kalender Jawa ini bukan sebatas penanda awal tahun semata.

Tapi juga diyakini sebagai bulan sakral yang diselimuti aura spiritual yang kuat.

Baca Juga: Dianggap Sakral, Inilah 5 Pantangan di Bulan Suro Bagi Masyarakat Jawa, Salah Satunya Larangan Menikah

Bagi masyarakat Jawa sendiri, bulan Suro kerap dijadikan momen untuk merenung hingga menghubungkan diri dengan kekuatan alam dan leluhur.

Hal tersebut membuat Bulan Suro dipenuhi dengan sejumlah pantangan hingga tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini.

Dan berikut ini 5 tradisi dan ritual di Bulan Suro yang masih dilakukan hingga saat ini sebagaimana dirangkum tim redaksi dari berbagai sumber.

Baca Juga: Bertepatan dengan 1 Muharram, Inilah Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro Dalam Masyarakat Jawa

1. Jamasan Pusaka

Membersihkan benda-benda pusaka seperti keris hingga gamelan menjadi salah satu tradisi Bulan Suro yang masih banyak dilakukan, terutama di wilayah keraton.

Tradisi tersebut dilakukan untuk menjaga energi spiritual yang terdapat dalam benda-benda tersebut agak selaras dan harmonis dengan energi manusia.

2. Labuhan

Dikutip dari laman Hamzah Batik, Labuhan menjadi salah satu tradisi bulan Suro yang dilakukan masyarakat Yogyakarta.

Halaman:

Tags

Terkini