jelajah

Kampung di Malang Tawarkan Wisata Maut yang Menghidupi, Warganya Tukang Gali Kubur dan Penjual Kopi Tengkorak

Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi Kampung Kramat wisata maut di Kota Malang, Jawa Timur. (Pexels/fajri nugroho)

SketsaNusantara.id - Kota Malang dikenal dengan berbagai destinasi wisata unik.

Di kota ini, terdapat beragam spot istimewa mulai dari Kampung Warna-Warni hingga Kampung Tridi yang ikonik.

Namun tak banyak yang tahu, ada satu kampung wisata yang justru berdiri di lokasi tak biasa, yakni di tengah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Baca Juga: Program Desa BRILiaN Resmi Dimulai, BRI Gandeng Ribuan Desa untuk Ciptakan Wisata Unggulan Berbasis Kearifan Lokal

Namanya Kampung Kramat, berlokasi di Jalan Bali, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Berbeda dari kampung wisata lainnya, Kampung Kramat berdiri di atas area pemakaman dan menawarkan sensasi wisata yang tak lazim.

Sensasi tersebut ialah menyatu dengan kematian, tapi tetap hidup dan penuh warna. Sejak 2018, kampung ini resmi menjadi salah satu destinasi wisata Kota Malang.

Baca Juga: Ingin Habiskan Libur Panjang di Purwokerto? Berikut 5 Tujuan Wisata Berdasarkan Rekomendasi Pengunjung

Mural Hantu yang Instagramable, Bukan Menyeramkan

Meski berada di tengah makam, Kampung Kramat jauh dari kesan angker. Justru yang tampak adalah rumah-rumah warga yang dihias mural berbagai jenis hantu lokal, dari kuntilanak, pocong, hingga genderuwo, tapi semua digambarkan dengan gaya yang lucu dan menggemaskan.

Spot-spot ini cocok untuk swafoto, bahkan kerap dijadikan latar oleh wisatawan untuk konten media sosial.

Baca Juga: The Dudas Minus One Riding di Penjuru Kota Malang hingga Mampir ke Bromo, Gading Marten: Indahnya Keterlaluan

"Kematian yang Menghidupi," begitu tagline kampung ini yang menggambarkan kehidupan warganya yang sangat dekat dengan dunia kematian.

Warga di kampung ini tidak hanya tinggal di dekat makam, tetapi juga bekerja dalam profesi yang erat dengan kematian. Mulai dari tukang gali kubur, tukang ukir batu nisan, juru rawat makam, orang yang memandikan jenazah, hingga penjual bunga tabur. Begitulah realitas hidup mereka sehari-hari.

Halaman:

Tags

Terkini