Pameran ini terbagi dalam dua bagian, yaitu Pointing to dan Synchronous Windows. Masing-masing menyajikan pendekatan berbeda terhadap tema tubuh, ruang, dan keterhubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah Breast Stupa Topiary dari Pinaree Sanpitak. Karya ini berbentuk instalasi menyerupai stupa yang menyimbolkan spiritualitas dan feminitas.
Dengan sentuhan seni konseptual yang mendalam, karya ini memberikan pengalaman visual sekaligus emosional yang cocok untuk dinikmati bersama orang tersayang.
3. Children’s Art Space: Gorengan Bureau
Meski bertema anak-anak, pameran ini tak kalah seru untuk orang dewasa. Karya dari Adi Sundoro ini menampilkan ruang interaktif berbentuk kantor kependudukan mini yang juga dilengkapi ruang “pas foto KTP” versi seni, lucu dan menghibur!
Menariknya, instalasi ini terinspirasi dari fenomena sosial di mana kertas bekas fotokopi KTP sering digunakan untuk membungkus gorengan.
Di sini, pengunjung bisa membuat sendiri versi “kertas gorengan” yang berisi doa-doa pribadi, yang kemudian bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Aktivitas ini memberi sentuhan personal yang menyenangkan dan bisa jadi pengalaman berdua yang manis dan penuh tawa.
Selain koleksi dan pamerannya yang selalu relevan dan artistik, Museum MACAN juga menyediakan ruang-ruang yang tenang dan Instagrammable.
Dengan pencahayaan yang hangat dan tata letak ruangan yang apik, setiap sudut museum ini bisa jadi latar foto cantik untuk mengabadikan momen spesial kalian. Plus, ada juga kafe dengan menu ringan yang pas untuk istirahat sejenak sambil ngobrol santai.
Jadi, tunggu apa lagi? Jadikan long weekend-mu lebih bermakna dengan mengajak pasangan atau teman dekat ke Museum MACAN. Selain dapat pengalaman baru, kalian juga bisa lebih mengenal satu sama lain lewat karya seni yang menginspirasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini