jelajah

Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg

Rabu, 21 Mei 2025 | 17:30 WIB
Potret pertunjukan Glundengan, kesenian khas Jember yang masih dilestarikan hingga kini dan berada di ambang kepunahan karena kalah pamor dari sound horeg (Instagram/jemberyangitu)

SketsaNusantara.id - Jember dengan keanekaragaman budayanya ternyata menyimpan kebudayaan asli yang unik dan tak dimiliki daerah lain.

Salah satunya adalah Glundengan, budaya seni musik asli Jember yang masih dilestarikan di Bumi Pandhalungan sampai sekarang.

Seni musik ini jarang terdengar bahkan nyaris punah, karena kalah pamor dari acara hiburan modern seperti sound horeg yang fenomenal saat ini.

Baca Juga: 3600 Artefak Bersejarah di Jember Dilindungi sejak 1985, Sebagian Dicuri Bahkan Dijual ke Jerman

Lantas, apa itu Glundengan? Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @jemberyangitu, Glundengan merupakan pertunjukan seni musik lokal asli Jember.

Pertunjukan ini menjadi penampilan yang menarik karena menyuguhkan menyerupai alat musik karawitan, namun punya karakteristrik tersendiri.

Kesenian khas Jember ini menampilkan komposisi alat musik sederhana yang disusun dari bilah kayu dan dipukul sehingga alunan nadanya terdengar menyerupai gamelan Jawa.

Glundengan adalah ansambel musik tradisional yang menggunakan instrumen seperti gong, saron, kendang, dan bonang, mirip dengan gamelan dalam karawitan.

Baca Juga: Masih Aktif Setelah 100 Tahun! Salah Satu Pabrik Tertua di Jember Ini Jadi Penopang Ekspor Pertanian dan Perikanan di Bumi Pandhalungan

Namun, Glundengan memiliki ciri khas pada ritme yang lebih dinamis dan melodi klasik yang enak didengar mencerminkan jiwa agraris masyarakat Jember. Kesenian ini biasanya dimainkan sekumpulan pemuda dengan mengenakan pakaian khas Madura.

 

Asal-usul Glundengan konon sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Konon, dahulu masyarakat pribumi ingin merasakan bermain gamelan, namun keinginan mereka tak tersampaikan karena harganya yang terlalu mahal.

Masyarakat akhirnya menciptakan alat musik berbahan dasar kayu nangka kering untuk menggantikan logam mahal yang biasanya jadi bahan pembuatan gamelan.

Baca Juga: Unik dan Menyeramkan, Inilah Kesenian Can Macanan Kadduk dan Ta Butaan yang Tertua di Jember

Halaman:

Tags

Terkini