Candi Dadi diperkirakan dibangun sekitar akhir abad ke-14 atau abad ke-15, atau sudah ada sejak masa pemerintahan kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Candi Deres yang Mulai Dilupakan, Jejak Sejarah Majapahit dari Reruntuhan Sunyi di Pelosok Jember
Pemilihan lokasi candi yang berada di puncak bukit karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat zaman dulu, yang menganggap gunung adalah tanah suci dan tempat bersemayamnya para Dewa.
Maka tak heran jika Candi Dadi digunakan sebagai tempat pemujaan bahkan tempat kremasi di masa itu.
Jika dilihat dari atas, candi ini memiliki lubang sekitar 3,5 meter di tengah-tengah bangunan.
Ada yang berpendapat jika lubang tersebut dulunya adalah tempat dudukan arca.
Beberapa ahli dari Hindia Belanda kala itu pernah meneliti candi unik ini, dan mengungkapkan jika ada 5 kelompok candi yang ada di kawasan pegunungan Walikukun ini.
Namun, dari 5 candi tersebut, hanya Candi Dadi yang kondisinya masih cukup baik.
Pembangunan Candi Dadi ini konon berkaitan erat dengan masa suram pemerintahan kerajaan Majapahit, yang dimulai setelah wafatnya Hayam Wuruk.
Kala itu, disebutkan, kondisi politik tidak stabil berdampak pada segala lini kehidupan termasuk kehidupan beragama masyarakatnya.
Hingga ada sekelompok masyarakat yang mengasingkan diri ke daerah perbukitan untuk menjalani kehidupan beragama dengan lebih tenang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini