SketsaNusantara.id - Kebersihan dan sampah sudah umum jadi masalah bagi pengelolaan desa wisata sejak dulu. Cukup sering Turis tidak mengindahkan aturan untuk menjaga lingkungan sekitar.
Beruntungnya di Desa Penglipuran Bali, aturan tersebut dijaga begitu ketat hingga keasrian dan kebersihan desa selalu terjaga. Bahkan, UNESCO mengakuinya sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Namun, yang menjadi daya tarik desa wisata Penglipuran tidak berhenti pada kebersihan lingkungan saja. Menelusuri desa ini layaknya memutar waktu dan tenggelam di zaman yang telah lalu karena pesona jadulnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube @Roadtrip Indonesia, pelestarian budaya lokal ini ternyata masuk ke dalam kriteria penilaian desa terbersih di dunia.
Jadi, perihal kebersihan ini bukan hanya lingkungan yang asri saja, tetapi juga adat istiadat yang tak dikikis oleh waktu, tetap dijaga murni sejak dulu.
Seluruh bangunan di desa ini bergaya tradisional Bali. Penataannya rapi seolah dirancang sedemikian rupa sebelum rumah-rumah mulai dibangun di petak-petak tanahnya.
Setiap rumah dipagari gerbang-gerbang batu berukir yang indah bernuansa klasik. Di setiap sudut desa, akan kita temukan jejak-jejak budaya setempat dalam bentuk bangunan, peralatan tradisional, dan lain-lain.
Desa ini memang mengusung konsep yang membagi tata letak kampung dengan terperinci menjadi tiga bagian utama, yaitu konsep Tri Mandala.
Bagian pertama adalah Pura Penataran, area paling tinggi dan letaknya di ujung belakang. Kawasan ini dikhususkan untuk para dewa. Ia dimanfaatkan warga setempat untuk sembahyang dan berdoa.
Bagian kedua adalah Madya Mandala atau zona tengah yang jadi tempat tinggal warga kampung tersebut. Terdapat kurang lebih 70 rumah dibangun di area sini.
Uniknya, beberapa rumah mengizinkan pengunjung desa untuk masuk ke gerbangnya dan mengamati seperti apa tampang dan suasananya.