Ada juga yang sampai menyewakan pakaian tradisional Bali, menjual makanan serta minuman, serta penyedia suvenir khas Bali di sini.
Sebetulnya, rumah di sini tidak hanya terdiri dari satu bangunan saja. Begitu masuk ke gerbangnya, ada beberapa bangunan yang diperuntukkan untuk berbagai fungsi juga.
Misalnya, ada bangunan untuk dapur tradisional yang unik. Dapur ini juga disatukan dengan tempat tidur dan berukuran kecil. Selain itu, ada bangunan bale, tempat khusus anak-anak, hingga pura keluarga.
Terakhir adalah bagian Nista Mandala atau area pemakaman. Letaknya berada di paling bawah dan luar desa. Peletakan ini menyesuaikan filosofi Bali, di mana tata letak desa diatur menyesuaikan tingkat kesucian masing-masing.
Konon, Desa Penglipuran berdiri sejak zaman Kerajaan Bangli, sekitar 700 tahun lalu. Sejarah mencatat bahwa desa tersebut dihadiahkan Raja Bangli kepada masyarakat yang bertempur melawan Kerajaan Gianyar.
Bagi yang tertarik menyelami nuansa zaman dulu di Desa Penglipuran, bisa bertamu pada pukul 08.00–18.30 WITA.
Desa ini juga menyediakan homestay dan beberapa aktivitas budaya jika kamu ingin mencoba rasanya menjalani keseharian di Desa Penglipuran. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Tiba-Tiba Berjaya, Gimana Caranya? Intip Desa Paling Kaya yang Pendapatannya Bisa Sampai Miliaran Rupiah Per Tahun, Ternyata dari Kabupaten Klaten
Kisah Desa di Atas Awan dan Makam Keramat di Lereng Pegunungan Wilis, Ada Ritual Ziarah Bulan Suro yang Menarik Ribuan Peziarah ke Ngliman
Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat
Bikin Program Bunga Desa, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Ngantor di Desa dan Serap Aspirasi Masyarakat
Siapkan Tenda untuk Ngantor di Desa, Bupati Jember Gus Fawait Siap Terima Wadulan Secara Offline