SketsaNusantara.id - Saat membicarakan tentang budaya nusantara, sebagian besar dari kita pasti berpikir tentang luas dan kayanya Indonesia akan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Wujud budaya ini bisa bermacam-macam. Ada yang berupa benda dalam berbagai bentuk seperti wastra, ukiran, kerajinan tangan, dan lain-lain.
Ada juga yang berupa bahasa, adat istiadat, tradisi, bahkan tulisan serta kaligrafi yang mulai sedikit pembuatnya.
Menyadari bahwa rangkaian budaya ini patut dilestarikan agar tidak tergerus oleh zaman, sebuah komunitas penulis bernama Pondok Antologi Penulis Indonesia tergerak untuk melahirkan buku antologi yang khusus membahas tentang hal ini.
Buku tersebut kemudian lahir dengan mengusung judul Budaya Nusantara dalam Cerita.
Menggandeng 10 orang penulis yang sudah kenyang pengalaman dalam melahirkan buku non-fiksi, Pondok Antologi Penulis Indonesia menghadirkan rangkaian diksi menarik dan bergizi tentang kekayaan, keunikan, serta keistimewaan budaya nusantara.
Baca Juga: Mengenal sosok Mustakim Penjual Buku Bekas di Jember, Ternyata Begini Kehidupannya Sekarang
Tema tulisan yang dihadirkan pun beragam. Di antaranya adalah Nyak Mu pelestari sekaligus produsen tenun dan songket Aceh, kain Bentenan dari Minahasa Utara, Gong Factory pembuat gong di Bogor, Borero Gosimo sebuah sajak yang berisikan pesan leluhur dari nenek moyang Tidore.
Hadir juga bahasan tentang Karawitan, kehidupan penduduk desa Gurabunga Tidore, tradisi Tedak Siten Jawa, indahnya desa Wae Rebo, Tenun Ikat Alor, tradisi menari Jawa di Solo, dan budaya Batak dalam persepsi anak muda.
Kemudian juga diulas tentang canting alat berbentuk cangkang untuk membuat batik, adat Jamee Ranub asal Aceh, seni sulaman Aceh, tradisi Peusijuek serta tradisi kenduri Maulid yang biasa dilakukan oleh rakyat Aceh, lalu juga ada tradisi unik asli Banyumas saat upacara pernikahan.
Dibuat dengan 163 halaman, buku Budaya Nusantara dalam Cerita menjadi salah satu wujud kepedulian para penulis Indonesia dalam menjaga warisan budaya. Sekaligus menjadi jejak literasi yang bisa terus dibaca oleh publik tanah air. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!