jelajah

Serunya 'Blusukan' di Pasar Ngasem Yogyakarta, Menikmati Kuliner Tradisional di Bekas Pasar Burung Berusia 200 Tahun Lebih

Jumat, 2 Mei 2025 | 15:00 WIB
Kue wingko beras. Salah satu jajan pasar yang tersedia di Pasar Ngasem Yogyakarta (Dok. SketsaNusantara.id/Syafariani)

 

SketsaNusantara.id - Yogyakarta seakan tak pernah kehabisan tempat untuk ditawarkan kepada para pelancong yang datang. 

Bahkan pasar-pasar tradisional di Yogyakarta bisa menarik perhatian wisatawan layaknya sebuah atraksi wisata.

Salah satunya adalah Pasar Ngasem yang berada di Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Baca Juga: Modal 10 Ribu Sudah Bisa Makan Enak di Bali, Emang Beneran Ada? Blusukan ke Pasar Wilayah Denpasar, Ada Kuliner Khas Pulau Jawa yang Ngangenin

Saat Tim SketsaNusantara.id berada di Yogyakarta, penulis menyempatkan mampir ke Pasar Ngasem, salah satu pasar tradisional yang berlokasi di jeron beteng keraton Yogyakarta.

Keseruan sudah mulai terasa saat becak yang ditumpangi mencapai kawasan di mana Pasar Ngasem berada.  Kesibukan di pagi hari pun langsung merebak.

Hilir mudik kendaraan dan masyarakat yang ingin melakukan banyak kegiatan di pagi hari itu membuat suasana pasar terlihat begitu menggairahkan.  

Baca Juga: Kangen dengan Cemilan Jadul, Warung Cemilan Cihapit di Pasar Cihapit Bandung Bisa Mengobati Rasa Rindu Itu

Kemacetan juga tak terhindarkan dengan kehadiran berbagai moda transportasi dan manusia yang menyemut di banyak titik.

Kenyataan ini tidak mengagetkan karena eksistensi Pasar Ngasem sejak 1809 atau sekitar 219 tahun yang lalu, Pasar Ngasem menjadi salah satu destinasi wisata para pemburu makanan tradisional khususnya aneka masakan khas suku Jawa.

Kepadatan pengunjung pun sangat terasa saat penulis menemukan berbagai kios sederhana di berbagai sudut. 

Baca Juga: Jelajah Aneka Ragam Kuliner di Pasar Cihapit Bandung, Masihkah Ramai Seperti Dulu?

Di dalam pasar terlihat beberapa kedai yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan primer seperti biasa.  Tapi yang mendominasi adalah para penjual makanan dan minuman tradisional.

Salah satu yang terlihat panjang antrian adalah kedai yang menjual apem, carabikang, kue wingko, dan kue-kue jajan pasar lainnya.  Kue yang diolah dan dimasak di tempat hingga bisa dinikmati oleh para pembeli dalam kondisi hangat.  

Halaman:

Tags

Terkini