Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @studiorejoarianto, Mas Ari juga mengunggah proses membangun Tugu Biawak Wonosobo yang kini ramai jadi destinasi baru wisatawan.
Tak hanya warga Jawa Tengah, bahkan ada masyarakat yang dari Papua dan Sumatera ikut menyaksikan sendiri Tugu Biawak dan mengabadikannya dalam sebuah foto.
Untuk menciptakan patung yang realistis, Rejo bahkan memelihara biawak di rumahnya guna mempelajari anatomi, gerak-gerik, dan karakter hewan tersebut.
Baca Juga: Pintu Langit Sky View Dieng, Destinasi Instagramable dengan Pesona Golden Sunrise di Wonosobo
Pendekatan ini menghasilkan detail luar biasa, dari tekstur sisik hingga ekspresi wajah biawak, yang membuat banyak orang terkecoh mengira patung itu hidup.
Rejo dikenal sebagai pribadi rendah hati, santai, namun serius dalam berkarya. Ia menyebut bahwa mahakarya ini merupakan hasil kerja keras yang dibangun dengan bantuan tenaga dan pikiran dari warga serta dukungan dari Bupati Wonosobo.
"Prinsipnya apa yang kami bisa sebaik mungkin akan dilakukan, dikasih dana seadanya apalagi mendapat dukungan dari Pak Bupati saya sangat senang sekali mendapat respon positif dan banyak yang suka," kata Mas Ari dalam video wawancara yang diunggah akun @virall.sekali pada hari Rabu, 23 April 2025.
"Niatannya memang saya ingin membantu Wonosobo bukan dilihat dari nominalnya tapi apa yang saya bisa berikan untuk memajukan wilayah ini," tuturnya.
Baca Juga: Seperti di Luar Negeri! Swiss Van Java di Wonosobo, Petualangan Eksotis di Jantung Jawa Tengah
Warganet memuji sikapnya yang amanah dan menyebut tugu biawak karyanya mampu menciptakan karya sekelas "Patung Liberty" jika diberi anggaran besar.
Rejo menerima proyek Tugu Biawak dengan motivasi utama untuk memajukan Wonosobo. Baginya, proyek ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi sumbangsih untuk "Ibu Pertiwi".
Ia bahkan rela berutang di awal proyek karena keterbatasan dana, menunjukkan komitmennya yang tulus membangun kampung halamannya sekaligus ingin membuktikan bahwa karya seni berkualitas tidak harus mahal.
Selain itu, Rejo melihat tugu ini sebagai cara untuk mengangkat identitas lokal Desa Krasak, yang dikenal sebagai habitat biawak.
Patung yang dibangun dalam waktu 1,5 bulan ini menjadi simbol kekayaan hayati dan kebanggaan masyarakat Wonosobo.