Pelafalannya yang mudah diterima telinga rakyat pribumi membuat seluruh orang pada saat itu langsung familiar dengan istilah duit.
Bahkan ketika pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan mata uang Gulden rakyat pribumi masih setia dengan istilah duit.
Saking melekatnya di ingatan, mata uang Gulden disebut sebagai duit Gulden.
Dari masa ke masa mata uang duit mengalami perubahan fisik, hal tersebut terjadi salah satunya karena penerapan hak monopoli VOC.
Mata uang duit tidak hanya beredar di tanah air, pihak VOC juga mengirim duit ke Belanda.
Saat mengalami banyak hambatan dalam pencetakan dan pengiriman duit dari Belanda, VOC sempat mengedarkan duit dengan bahan campuran tembaga dan timah.
Proses pencetakan duit saat itu terjadi di Batavia dan Surabaya.
Di akhir masa kekuasaan VOC, mata uang duit sempat ditulis dengan aksara Arab-Melayu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini