Candi Gedog diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Namun, arkeolog menyebut ada kemungkinan candi ini sudah ada sebelumnya dan kemudian mengalami pemugaran pada masa Majapahit.
Proses ekskavasi masih terus dilakukan dan penemuan seperti relief dan fragmen keramik dari Dinasti Yuan, mendukung dugaan bahwa candi ini dibangun atau dipugar pada masa Majapahit.
Menariknya, Candi Gedog juga dikaitkan dengan legenda Joko Pangon, seorang tokoh dalam sebuah cerita legenda yang dipercaya berasal dari wilayah barat, mungkin dari Solo atau prajurit Mataram.
Menurut cerita, Joko Pangon konon berasal dari keluarga bangsawan Kerajaan Mataram yang mengembara untuk mencari ilmu dan akhirnya menetap di Desa Randu Putih.
Di desa tersebut Joko Pangon dikenal sebagai penggembala kerbau dan membangun Candi Gedog sebagai bentuk bakti kepada gurunya.
Legenda ini semakin menarik ketika ekskavasi menemukan struktur yang diduga sebagai pertirtaan di sebelah barat bangunan induk candi.
Penemuan tersebut dianggap mendukung cerita rakyat tentang Joko Pangon yang disemayamkan di dalam kolam air atau sumur dekat Candi Gedog.
Meskipun telah mengalami kerusakan dan kehilangan bagian-bagian penting, upaya pelestarian terus dilakukan.
Pemerintah Kota Blitar telah memberikan paving pada lingkungan situs, memasang pagar pelindung, dan meletakkan kepingan arca dalam kotak kaca hasil temuan ekskavasi di sekitar Candi Gedog.
Meskipun tak lagi utuh seperti dahulu, Candi Gedog tetap menarik perhatian masyarakat sebagai warisan budaya yang menyimpan banyak cerita dari jejak peradaban masa lampau.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini