Pemerintah Hindia Belanda waktu itu menerapkan sistem tanam paksa setelah berakhirnya perang jawa tahun 1830.
Belanda saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pencetus sistem tanam paksa bagi masyarakat pribumi.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu! Inilah Asal Usul Plat Nomor Kendaraan di Indonesia, Bukan Sekedar Huruf
Penjajah memiliki tujuan besar berlakukan sistem tersebut yaitu untuk menambal dan mengisi kekosongan kas keuangan pemerintah Hindia Belanda usai perang.
Komoditi yang saat itu diwajibkan dalam sistem tanam paksa adalah tanaman tebu.
Inilah alasan kenapa di Jawa banyak perkebunan tebu dan akhirnya mengharuskan munculnya pabrik gula sebagai pengolahannya.
Baca Juga: Unik! Inilah Cara Orang Jawa Memberi Nama Anaknya, Syarat Makna Sayangnya Justru Jadi Bahan Ejekan
2) UU Gula
Alasan kedua kenapa banyak pabrik gula di zaman Belanda terutama di wilayah Jawa yaitu munculnya UU Gula atau Suikerwet.
Kebijakan UU Gula atau Suikerwet itulah yang akhirnya memicu munculnya banyak pabrik gula dibangun.
UU Gula yang berlaku ini menghapuskan kebijakan lama pemerintah kolonial Belanda untuk tanam tebu.
Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para investor dan pemegang modal atau investoruntuk pembangunan pabrik gula terutama di wilayah penjajahan Belanda.
3) Tanah subur
Selain 2 alasan sebelumnya, faktor pendukung lain kenapa banyak pabrik gula di era kolonial Belanda adalah karena tanah yang subur.