SketsaNusantara.id — Tersembunyi di ujung selatan Kabupaten Jember, terdapat sebuah pulau eksotis yang kian menarik perhatian para pencinta petualangan alam.
Namanya Pulau Nusa Barong, sebuah destinasi yang dulunya dikenal karena kisah-kisah mistisnya, kini menjelma menjadi primadona wisata bahari yang belum banyak tersentuh tangan modern.
Terletak di wilayah Puger Kulon, Pulau Nusa Barong dulunya punya reputasi menyeramkan. Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @pesonajember, nama “Barong” yang berarti kegelapan lahir dari kepercayaan masyarakat Blambangan zaman dulu, yang menyebut pulau ini sebagai tempat bersemayamnya roh-roh jahat.
Bahkan saat masa pendudukan Belanda, pulau ini sempat dijuluki sebagai “Pulau Kejahatan” karena menjadi tempat persembunyian para pemberontak dan penyelundup dari berbagai daerah.
Namun, zaman telah berganti. Kini, pulau yang tak berpenghuni itu justru memikat para pelancong dengan keindahan alamnya yang memukau.
Akses menuju pulau ini dimulai dari Pantai Puger, di mana wisatawan bisa menyeberang menggunakan perahu tradisional yang disediakan warga setempat.
Perjalanan laut yang memakan waktu sekitar satu jam ini pun bukan sekadar transportasi, melainkan awal dari petualangan menakjubkan.
Selama menyusuri lautan, wisatawan akan dimanjakan oleh panorama gugusan karang, air laut yang bening kehijauan, dan hutan tropis yang menghijaukan mata.
Setibanya di Pulau Nusa Barong, suasana sunyi dan alami langsung menyambut. Tebing-tebing tinggi menjulang di sekeliling pantai berpasir putih, menciptakan lanskap yang dramatis sekaligus fotogenik.
Baca Juga: Istimewa! Sertijab Kapolres Jember Dipimpin Langsung oleh Kapolda Jatim
Tak hanya keindahan daratannya, surga bawah laut Nusa Barong juga tak kalah memikat. Aktivitas snorkeling jadi favorit, karena wisatawan bisa melihat aneka biota laut langsung dari permukaan. Mulai dari ikan-ikan warna-warni, terumbu karang alami, hingga penyu yang sesekali melintas, semuanya menghadirkan pengalaman eksplorasi laut yang mengesankan.
Fasilitas penunjang juga mulai dikembangkan. Beberapa penginapan dan rumah makan sederhana yang dikelola warga lokal siap menyambut tamu, menyajikan masakan laut segar hasil tangkapan nelayan setempat.