Batu kenong tunggal sering dikaitkan sebagai penanda tempat penguburan, sementara batu kenong kembar dengan dua tonjolan diduga digunakan sebagai alas bangunan rumah pada zaman dahulu.
Menariknya, artefak batu kenong ini juga dianggap sebagai simbol kesuburan dan digunakan dalam ritual pemujaan kepada leluhur.
2. Kubur Batu
Kubur batu atau Dolmen di Situs Duplang sekilas bentuknya seperti peti mayat dari batu. Bisa dilihat struktur batu yang terdiri dari batu besar dengan ditopang oleh beberapa batu di keempat sisinya.
Dolmen dulu digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal dunia.
Dalam tempat pemakaman yang konon dibuat sekitar 3.000 tahun lalu ini terdapat jenazah yang disimpan dalam keadaan terbaring dengan posisi kepala ke arah tempat yang lebih tinggi.
Di dalam kubur batu ini juga sering ditemukan artefak lain seperti gerabah, manik-manik, gelang, dan perhiasan lainnya yang berfungsi sebagai bekal kubur bagi orang yang meninggal.
Tradisi penguburan semacam ini mencerminkan kepercayaan masyarakat prasejarah terhadap kehidupan setelah kematian dengan memberikan bekal kepada arwah leluhur.
3. Menhir
Menhir adalah batu besar yang berdiri tegak dan digunakan sebagai tugu pemujaan atau penanda spiritual oleh masyarakat prasejarah.
Baca Juga: Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...
Penemuan batu Menhir besar di Situs Duplang ini konon digunakan dalam ritual pemujaan roh nenek moyang dan menjadi simbol penghormatan terhadap arwah leluhur.
Keberadaan menhir yang diperkirakan sudah ada sejak 2.000 tahun lalu ini menunjukkan adanya sistem kepercayaan dan praktik ritual yang kompleks dalam masyarakat Megalitikum.