SketsaNusantara.id - Tak selalu perlu pergi jauh untuk menemukan ketenangan. Di balik keseharian yang sibuk, ada tempat yang bisa memberi jeda. Tempat yang sederhana, tapi memberi banyak pengalaman berharga.
Jalur menuju lokasi ini tak seramai pusat kota. Tapi justru di situlah daya tariknya. Udaranya sejuk, pemandangannya segar, dan suasananya jauh dari bising kendaraan.
Di setiap akhir pekan, sebagian orang memilih mendekat ke alam. Tapi sering kali, kendala biaya dan akses jadi alasan untuk menunda. Padahal, tak jauh dari Kota Pati, ada satu destinasi yang mungkin belum banyak dikenal tapi layak dijajal.
Sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Pati, tepatnya di Desa Situluhur, Kecamatan Gembong, terdapat destinasi bernama Bukit Naga Jolong. Lokasinya berada di kawasan Wisata Agro Jollong, dan menjadi bagian dari agrowisata yang cukup luas.
Sesuai dengan namanya, Bukit Naga Jolong dikenal karena keberadaan kebun buah naga yang membentang hingga 10 hektare.
Barisan pohon naga ini tak hanya menjadi hiasan alami, tapi juga bagian dari aktivitas wisata yang bisa dinikmati pengunjung, terutama saat musim panen tiba. Di momen tersebut, wisatawan dapat merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Patikab.go.id, kawasan ini juga menyediakan jalan setapak yang dibangun berundak-undak.
Dari beberapa titik pandang, pengunjung dapat menikmati hamparan alam Pati dari ketinggian. Dua waduk besar, yakni Waduk Gunung Rowo dan Waduk Seloromo, terlihat jelas dari gardu pandang yang tersedia.
Di sisi lain, kebun kopi yang mengelilingi bukit turut melengkapi lanskap alam yang ditawarkan. Tak heran jika banyak pengunjung memilih berlama-lama, sekadar duduk atau mengabadikan momen dengan latar pegunungan dan kabut yang perlahan turun.
Kesan dramatis terasa semakin kuat saat kabut mulai menyelimuti area bukit. Momen ini kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto, terutama di spot rumah naga yang menjadi ikon tempat ini.
Efek siluet dari kabut yang tipis menjadikan suasana semakin romantis, tak jarang disebut sebagai "negeri di atas awan versi Pati."