jelajah

Tak Hanya Keris, Ini 9 Senjata Tradisional Yogyakarta yang Unik, Ada yang Dipakai Mata-Mata Perempuan bak Ninja

Sabtu, 12 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, para prajurit Kesultanan Yogyakarta. (kratonjogja.id)

SketsaNusantara.id - Tidak semua benda tajam adalah senjata, dan tidak semua senjata terlihat berbahaya.

Di Yogyakarta, filosofi dan fungsionalitas bercampur dalam rupa-rupa alat tradisional yang menyimpan makna historis serta strategi pertahanan unik.

Banyak yang mengenal keris sebagai lambang kekuatan dan spiritualitas Jawa.

Baca Juga: Dari Warung Sederhana Jadi Ikon Kuliner Yogyakarta, Kisah Sukses Warung Bu Sum Pasar Beringharjo dan Peran BRI dalam Mengangkat UMKM

Namun, ternyata masih ada sederet senjata tradisional lain yang jarang dibahas tapi tak kalah ikonik.

Mulai dari senjata jarak jauh yang digunakan dengan ayunan tangan, hingga alat tusuk kecil yang diselipkan di rambut wanita mata-mata, semua memiliki cerita tersendiri.

Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut ini 9 senjata istimewa khas Yogyakarta.

Baca Juga: Unik dan Tak Biasa! Inilah Daftar Nama Berbagai Geng dari Kalangan Anak SMP di Yogyakarta

1. Tameng

Tameng bukan hanya alat pelindung dalam parade budaya Kesultanan Yogyakarta. Senjata ini dirancang untuk bertahan sekaligus menyerang.

Ujungnya bisa digunakan untuk menumbuk wajah lawan, sementara ukiran di permukaannya membawa simbol kekuatan dan estetika tradisional. Digunakan berdampingan dengan tombak atau pedang, tameng menjadi simbol pertahanan sekaligus seni.

2. Plintheng

Plintheng, ketapel versi Jawa, memiliki daya hancur mengejutkan jika diarahkan ke titik vital seperti mata atau leher.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Grebeg Syawal: Tradisi Lebaran di Yogyakarta sebagai Wujud Syukur Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Halaman:

Tags

Terkini