jelajah

Inilah Rekam Jejak Karier Thilly Wessenborn Fotografer Wanita Pertama di Indonesia, Ternyata Begini Ciri Khas Potretnya

Kamis, 10 April 2025 | 22:00 WIB
Perjalanan karier Thilly Weissenborn selama menjadi fotografer di Hindia Belanda dengan berbagai karyanya. (tiktok.com/@pakarcreativelab)

Mulder yang pindah ke Bandung pada tahun 1920, kemudian menyerahkan propertinya kepada Weissenborn, dimana perusahaan itu dibuah menjadi 'Foto Lux' .

Baca Juga: Ole Romeny Orang Mana? 7 Fakta Striker Anyar Timnas yang Bobol Gawang Bahrain, Eks Timnas Belanda dengan Gaji Selangit

Hingga pada tahun 1930, ia mendirikan 'Lux Fotograaf Atelier NV' berjalan selama satu dekade di Garut.

Karya-karya Weissenborn memiliki ciri khas berupa kualitas liris serta menangkap menangkap alam lanskap yang indah.

Ia terkenal atas foto-fotonya yang memperlihatkan interior arsitektural, lanskap, dan potret industri pariwisata.

Baca Juga: 5 Fakta Gereja Tertua di Jawa Timur, Berada di Kota Santri hingga Punya Lonceng dari Ratu Wilhelmina Belanda

Bahkan, sejumlah karyanya pernah dimuat dalam panduan pariwisata Belanda terbitan 1922 yang bertajuk 'Come to Java'.

Weissenborn juga melakukan perjalanan ke seluruh Hindia Timur, terutama ketika memotret alam Bali.

Ia menangkap alam eksotis pulau-pulau yang ada disana dengan tetap mempertahankan martabat penduduk setempat yang difoto.

Baca Juga: Kisah di Balik Puisi Romantis pada Makam Belanda di Pacitan, Ditulis Pakai Sandi Khusus yang Bikin Bingung Sejarahwan

Mirisnya, beberapa fotonya kadang digunakan dalam sebuah novel Perancis yang berjudul " L'Île des seins nus" atau Pulau Payudara Telanjang.

Potret tersebut salah satunya adalah dua wanita yang tengah berjalan sambil membawa air dengan pot di kepalanya.

Kemudian gambarnya juga berubah dari gambar berpakaian sebagian menjadi gambar gadis penari yang lebih artistik.

Baca Juga: Miris! Kisah di Balik Pembangunan Tugu Ngejaman di Malioboro, Penyebab Ki Hajar Dewantara Diasingkan ke Belanda

Foto itu ditampilkan dalam majalah Inter-Ocean, Sluyter’s Monthly dan Tropical Netherlands yang mempromosikan Bali secara lebih beradab ke wisatawan internasional.***

Halaman:

Tags

Terkini