Akibatnya sang ketupat melayang ke mate. Si penjudi mateng biru dirangseng si istri.
Lang tahun hidup prihatin. Kondangan boleh kurangin. Korupsi jangan kerjain
Minal aidin walfaizin. Maafkan lahir dan batin. Selamat para pemimpin. Rakyatnya makmur terjamin.
Baca Juga: Jangan Lengah! 7 Gejala Ini Muncul Akibat Naiknya Gula Darah karena Makanan Manis saat Lebaran
Ismail Marzuki, dikenal sebagai seorang komponis legendaris Indonesia, yang karya-karyanya penuh jiwa nasionalisme dan kepekaan sosial.
Beberapa bagian lirik dari lagu karya Ismail Marzuki ini masih relevan dengan kondisi saat ini.
Namun sayangnya, ada beberapa lirik yang dianggap tabu sehingga seringkali tidak dinyanyikan atau dihilangkan.
Dalam versi yang lebih modern, lagu Hari Lebaran hanya mengulang lirik berisi ungkapan sukacita menyambut Lebaran. Sindiran ucapan selamat bagi para pemimpin juga masih bisa didengarkan hingga sekarang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini