3. Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah
Masjid Menara Kudus digagas oleh Sunan Kudus, hasil akulturasi budaya Hindu-Budha. Hal ini terlihat dari konstruksi bangunannya pada bagian menara dan gapura yang mirip candi.
Arsitektur bangunannya menunjukkan bagaimana Walisongo menyebarkan agama Islam dengan pendekatan budaya di era kerajaan Hindu-Budha kala itu.
Menariknya, atap Masjid Kudus ini dibuat rangkap dua yang melambangkan 2 kalimat syahadat.
Baca Juga: Jejak Ulama Cina Guru Sunan Kudus, Ada Legenda Masjid Tiban yang 'Turun dari Langit'
4. Masjid Jami Tua Palopo, Sulawesi Selatan
Masjid ini memiliki bentuk unik hasil pencampuran budaya Bugis, Jawa Hindu, dan Islam. Hal ini terlihat dari bentuk bangunan 3 susun yang merupakan konsep rumah khas masyarakat Bugis.
Atap piramida seperti mirip seperti rumah joglo khas Jawa Tengah, mirip menyerupai masjid peninggalan Walisongo.
Menariknya, masjid ini memiliki unsur islami terlihat dari 5 teralis di tiap jendela yang melambangkan sholat 5 waktu dan hanya punya 1 pintu yang melambangkan keesaan Allah SWT.
5. Masjid Jami Shiratal Mustaqim, Kalimantan Timur
Masjid yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur ini merupakan wujud akulturasi perpaduan budaya lokal (Kutai, Jawa, Bugis) dan Eropa (Belanda) hingga Tiongkok (Cina).
Ornamen masjid lada bagian teralis jendela mengadaptasi budaya Kutai dan ukiran naga yang menunjukkan pengatuh budaya Tiongkok klasik.
Atap berundak, soko guru hingga mihrab pada masjid ini merupakan bukti adanya akulturasi dengan budaya Jawa. Bentuk masjid berupa kotak segiempat mengadaptasi budaya Bugis merujuk pada 4 elemen kehidupan (air, tanah, kayu dan api).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini