Aksara pertama berbunyi 'sang ma ru ca na'.
Baris kedua terpahat aksara 'ma ru wa bu ma'.
Pada baris ketiga berbunyi 'ta na ra ta ka'.
Baris keempat terukir aksara dengan bunyi 'ha ta da ma ga'.
Baca Juga: Rasanya bak Menggigit Lidah! Sup Jagung Khas Gorontalo, Sajian yang Damaikan 2 Kerajaan di Sulawesi
Sementara pada baris terakhir, terpahat angka '989'. Diduga angka ini bermakna tahun 989 Saka.
Dapat disimpulkan bahwa makna dari kelima aksara tersebut kemungkinan merujuk pada seorang tokoh yang melakukan sesuatu pada tahun 989 Saka.
Tokoh yang dimaksud kemungkinan adalah sang marucana. Pada masa itu, kata "sang" sering digunakan untuk menyebut tokoh lokal atau penguasa daerah.
Diperkirakan, lima baris aksara tersebut mencatat suatu peristiwa yang terjadi pada tahun 989 Saka, di mana sang marucana terlibat dalam kejadian tersebut.
Namun, peristiwa apa yang terjadi di wilayah Jember pada tahun 989 Saka oleh sang marucana tersebut masih belum dapat dipastikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini