SketsaNusantara.id - Festival Pegon merupakan tradisi tahunan yang unik dan masih dilestarikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur menyambut Lebaran pada bulan Syawal.
Tradisi ini merupakan karnaval budaya yang menampilkan pegon yakni gerobak tradisional yang ditarik oleh sepasang sapi dan dihias dengan beragam dekorasi menarik.
Festival ini biasanya diselenggarakan pada hari ketujuh setelah Idul Fitri, bertepatan dengan perayaan Lebaran Ketupat atau Riyoyo Kupat, yang menandai berakhirnya puasa Syawal.
Lantas, bagimana asal mula sejarah tradisi Festival Pegon di Jember?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Festival Pegon berawal dari tradisi syukuran dan doa bersama yang dilakukan oleh para tukang cikar atau dokar di Pantai Watu Ulo sejak tahun 1945.
Tradisi ini kemudian berkembang menjadi acara reuni masyarakat setelah Lebaran yang diadakan di Pantai Watu Ulo, sekitar tahun 1980.
Kala itu, masyarakat menggunakan pegon atau kendaraan tradision yang ditarik sepasang sapi yag membawa makanan dan diarak menuju Pantai. Tradisi kemudian menjadi festival yang dilestarikan pada tahun 1989.
Festival ini menjadi wujud syukur dan kerukunan masyarakat yang tak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mempromosikan pariwisata Jember.
Sejak tahun 1989 Pemkab Jember mengadakan tradisi Festival Pegon dan mengajak masyarakat setempat ikut arak-arakan pegon menuju Pantai Watu Ulo yang kemudian menikmati hidangan ketupat bersama.
Pelaksanaan Festival Pegon tahun 2025 ini rencananya akan dilaksanakan pada 6 April 2025, bertepatan dengan 8 Syawal 1446 H atau 7 hari setelah Lebaran Idul Fitri.
Parade atau iring-iringan Festival Pegon ini biasanya dimulai dari Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, dan berakhir di Pantai Watu Ulo.