SketsaNusantara.id- Mengenal sejarah tradisi Lebaran Ketupat yang diselenggarakan seminggu setelah Idul Fitri.
Lebaran Ketupat merupakan acara yang pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya Pulau Jawa.
Biasanya Lebaran Ketupat ini diselenggarakan pada satu minggu setelah hari raya Idul Fitri, yakni 8 Syawal.
Baca Juga: 7 Ide Hampers Lebaran Low Budget Tapi Mewah, Cocok untuk Calon Mertua, Dijamin Langsung Dapat Restu
Acara ini digelar oleh masyarakat Jawa dengan berkumpul bersama keluarga, menyambangi saudara hingga mengadakan hajatan.
Bahkan tak jarang momen ini menjadi ajang reuni bersama keluarga besar hingga teman-teman lama.
Sejarah mengungkap bahwa tradisi ini pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga. Sehingga sudah muncul sejak era Wali Songo.
Sunan Kalijaga mengenalkan dua istilah. Yakni Bakda Lebaran, biasanya diisi dengan tradisi silaturahmi dan saling bermaafan setelah sholat Idul Fitri.
Kemudian ada Bakda Ketupat atau Lebaran Ketupat yang dimaksud seperti sebelumnya. Tradisi ini menggenapkan perhitungan puasa satu tahun dalam puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.
Lebaran Ketupat juga menjadi simbol hari kemenangan telah dilaksanakannya puasa selama satu tahun.
Tak hanya itu, sejarah yang diukir oleh Sunan Kalijaga ini juga menjadi sarana mengajarkan Agama Islam.
Hikmah yang bisa dipetik adalah tentang cara bersyukur kepada Allah SWT. Yakni seperti bersedekah hingga silaturahmi saat hari lebaran.