Tradisi ini bukan hanya sekadar membangunkan orang, tetapi juga menjadi momen kebersamaan masyarakat. Suasana Ramadhan terasa semakin meriah dengan adanya pawai sahur ini.
3. Gamelan dan Kentongan
Di beberapa daerah Jawa, masyarakat menggunakan gamelan dan kentongan sebagai alat membangunkan sahur.
Kentongan, yang terbuat dari kayu dan dipukul dengan pemukul khusus, menghasilkan suara khas yang bisa terdengar jauh.
Sementara itu, di lingkungan kerajaan atau masyarakat tertentu, alat musik gamelan kadang dimainkan dengan irama khusus sebagai penanda waktu sahur.
4. Pantun dan Nyanyian Sahur
Di Betawi dan Palembang, masyarakat memiliki tradisi membangunkan sahur dengan nyanyian khas.
Kelompok pemuda akan berjalan sambil menyanyikan pantun atau syair yang berisi ajakan untuk bangun sahur.
Tradisi ini selain berfungsi sebagai alarm, juga menghibur warga yang sedang terlelap.
5. Meriam Karbit
Di beberapa seperti Pontianak dan Makassar, masyarakat dulu menggunakan meriam karbit sebagai alat membangunkan sahur.
Suara ledakan keras dari meriam karbit cukup untuk membangunkan seluruh kampung.
Meskipun efektif, penggunaan meriam karbit kini mulai dibatasi karena alasan keamanan. Namun, tradisi ini masih bisa ditemui di beberapa daerah sebagai bagian dari budaya Ramadhan.