SketsaNusantara.id - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, kiranya penting untuk menelusuri dari mana asal-usul kata 'puasa'.
Istilah 'puasa' tidak berasal dari Al Quran atau bahasa Arab. Hal itulah yang membuat istilah ini istimewa karena berhasil membentuk tradisi dan semangat keagamaan yang sarat dengan sejarah toleransi.
Dalam Al Quran atau bahasa Arab, puasa disebut dalam istilah "shaum". Sehingga, secara etimologi tentu tidak ada kaitannya baik dari bentuk teks dan bunyi.
Baca Juga: 9 Warisan Wali Songo yang Membuat Wayang Kulit Makin Canggih sebagai Alat Dakwah Islam
Lalu, kenapa istilah dalam bahasa Indonesia disebut 'puasa'?
KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo memaparkan proses Islamisasi Wali Songo yang tidak melakukan dakwah secara konservatif.
Justru, Wali Songo menggunakan istilah-istilah yang sudah populer sebelumnya di masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah Islam.
Hasilnya, penduduk muslim Nusantara dalam aktivitas keagamaan mengenal istilah-istilah lokal yang khas, yang menggantikan istilah-istilah baku Islam yang berasal
dari bahasa Arab.
Salah satunya adalah istilah 'puasa', yang berasal dari kata "upawasa" untuk menyebutkan shaum.
"Upawasa" sendiri berasal dari 2 kata bahasa Sansekerta, yakni "Upa" yang berarti "dekat" dan "Avasa/Vasa" berarti "Yang Maha Agung".
Sehingga, "upavasa" atau "puasa" punya makna mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Versi lain yang berkembang dan masih merujuk pada penciptaan istilah itu dari Wali Songo adalah gabungan dari frasa "mupus roso" (pu-oso) alias "memutus rasa".