SketsaNusantara.id - Ada sebuah kerajaan dengan kekuatan maritim terbesar yang pernah ada di Nusantara sebelum Majapahit. Tidak banyak yang tahu bahwa kerajaan ini menguasai jalur perdagangan utama Asia dan memiliki armada laut yang disegani.
Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Palembang mengungkapkan bahwa kerajaan ini memiliki pasukan besar yang bergerak dengan kapal dan berjalan kaki.
Bukti tersebut menegaskan bahwa mereka bukan sekadar kerajaan daratan, tetapi memiliki kemampuan tempur di laut yang luar biasa.
Tak hanya dari sumber lokal, catatan Tiongkok dan Arab juga menyebutkan bagaimana kerajaan menjadi penguasa lalu lintas perdagangan antara India, Timur Tengah, dan Tiongkok.
Dengan mengendalikan Selat Melaka, kerajaan ini menetapkan aturan perdagangan yang menguntungkan mereka.
Lalu, kerajaan apakah itu? Ya, yang dimaksud adalah Kerajaan Sriwijaya.
Kekuatan Laut Sriwijaya yang Disegani
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Warisan Bahari Indonesia yang ditulis Bambang Budi Utomo, terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016, sejak abad ke-7, Sriwijaya telah memahami pentingnya kendali atas perairan strategis.
Mereka bukan hanya menguasai Selat Melaka, tetapi juga memberlakukan aturan ketat bagi kapal asing. Semua kapal yang ingin berdagang di wilayah mereka harus menggunakan kapal Sriwijaya, sehingga keuntungan besar mengalir ke kerajaan ini.
Armada laut Sriwijaya tidak hanya bertugas mengamankan perairan, tetapi juga menjaga jalur perdagangan dari bajak laut dan ancaman lainnya.
Hal itu menunjukkan betapa pentingnya angkatan laut bagi eksistensi kerajaan ini di kancah perdagangan internasional.
Artikel Terkait
Inilah Kondisi Candi Wringin Branjang yang Dipercaya Tempat Menyimpan Alat dari Era Majapahit, Tak Miliki Hiasan Relief ?
Cerita Panji, Kisah Cinta Populer dari Tanah Jawa yang Terpahat di Candi Era Majapahit, Karya Sastra Bernuansa Nusantara
Kisah Arca Suci Candi Bocok, Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Penuh Misteri di Pelosok Malang
Mengenal Sosok Ratu Dyah Suhita, Simbol Pemimpin Terakhir Perempuan di Kerajaan Majapahit
Kisah Tragis Minak Jinggo, Gagal Naik Tahta Majapahit karena Kecurangan Sang Ratu