SketsaNusantara.id- Candi Songgoriti adalah semacam candi pentirtaan yang berkaitan dengan sumber air panas yang keluar dari dalam tanah (artesis).
Letak Candi Songgoriti tersebut berada di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
Penamaan Candi Songgoriti ini berasal dari gabungan Bahasa Jawa Kuno yakni kata "sanggariti" atau "sangha" berarti kumpulan, serta kata "riti" yang artinya logam kuningan.
Baca Juga: Ditemukan Moster Laut di Pasuruan? Misteri Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit, Setiap Sudutnya Punya Filosofi
Melalui dua kata yang digabung itu akhirnya menghasilkan sebuah kata Sanggariti atau Songgoriti yang dapat diartikan sebagai "daerah pengrajin kuningan".
Pembangunan candi sendiri diperkirakan terjadi saat masa kekuasaan Mpu Sindok dari Kerajaan Medang atau Mataram Kuno era perpindahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.
Saat itu kemungkinan yang mendirikannya adalah utusan dari raja Mataram Kuno ini yaitu Mpu Supa, sehingga candi tersebut dikenal pula dengan nama Candu Supa atau Supo.
Menurut hasil analisis arkeologi, Candi Songgoriti masuk dalam jajaran candi tertua di wilayah Jawa Timur, meski waktu pembangunannya belum diketahui secara pasti atau masih dugaan.
Dugaan candi tersebut berasal dari zaman Mataram Kuno adalah karena didasarkan pada gayanya yang begitu mirip dengan berbagai bangunan candi semasa di Jawa Tengah.
Dugaan masa pendirian ini juga didasarkan pada gaya tulisan inskripsi Jawa Kuno yang tertulis pada salah satu lempeng emas peripih yang pernah ditemukan.
Selain itu, gaya candi ini mengisyaratkan sebuah dugaan kuat lainnya bahwa Candi Songgoriti adalah bagian dari petirtaan yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Bahan pembuatan yang dipakai dari sebagian besar Candi Songgoriti berasal dari batu andesit, khususnya bagian kaki dan ditemukan pula relung atau cekukan pada tubuh candi yang berfungsi sebagai tempat berdirinya arca.
Pada cekukan di arah timur terdapat arca Ganesha yang kini tinggal sebagian dan di sebelah utara arcanya sudah hilang, sedangkan di relung barat arcanya tidak menempel.
Artikel Terkait
Pernikahan Beda Agama Pemersatu Kerajaan Mataram Kuno, Kisah Cinta yang Diabadikan dalam Candi Plaosan di Klaten
Dibangun Abad Ke-9, Inilah Candi Banyunibo di Sleman Yogyakarta, Ini Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dijuluki 'Si Sebatang Kara'
Dibangun oleh Raja Sanjaya di Tahun 732, Inilah Candi Gunung Wukir Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Inilah Bukti Candi Sadon Sebagai Penanda Berpindahnya Pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, Ternyata Ciri Khasnya...
Konon Dibangun Abad Ke-10 Masehi, Inilah Candi Gunung Gangsir di Pasuruan Oleh Mpu Sindok Pada Masa Kerajaan Mataram Kuno
Konon Jadi Bekas Petirtaan di Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Situs Payak di Bantul Yogyakarta Ini Dibangun Pada Abad ke-9