SketsaNusantara.id - Di Kediri Jawa Timur terdapat satu tempat yang dipercaya sebagai tempat petilasan dan moksa Prabu Jayabaya.
Petilasan Jayabaya, atau lebih dikenal sebagai Petilasan Sri Aji Jayabaya, adalah sebuah situs bersejarah yang terletak di Kediri, Jawa Timur.
Tempat ini diyakini sebagai lokasi moksa (pergi ke alam yang lebih tinggi) dari Prabu Jayabaya, seorang raja yang terkenal dari Kerajaan Kediri yang memerintah pada abad ke-12.
Dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Cerita Tanah Jawa, kata Kediri berasal dari kata 'kembali ke jati diri', artinya kita akan kembali ke jati diri dengan melihat leluhur dari Nusantara yang berpusat di Kediri.
Prabu Jayabaya dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana dan juga sebagai peramal yang memiliki banyak ramalan mengenai masa depan Nusantara, termasuk ramalan tentang kemerdekaan Indonesia dan berbagai peristiwa penting lainnya.
Jayabaya dikenal sebagai pencipta Jangka Jayabaya yang hersii ramalan-ramalan yang kini banyak terbukti.
Peristiwa moksa Jayabaya terajdi pada sekitar 800 tahun yang lalu yang diawali oleh semedi kemudian moksa di petilsan Jayabaya ini.
Moksa sendiri merupakan sebuah kepercayaan Hindu yang disebut juga panca srada atau kepercayaan umat Hindu yang mencakup 5 keyakinan yakni :
• Yakin atas Brahman
• Yakin atas Atma
• Yakin atas Karma Pala
• Yakin pada Purba Bhawa
Artikel Terkait
5 Fakta Situs Setono Gedong Kediri: Wisata Religi hingga Makam Guru Spiritual Jayabaya, Makam Islam Tertua?
Masa Keemasan! Jelajah Ramalan Prabu Jayabaya soal Zaman Kartoyugo, Terkenal Punya 4 Pelindung Sakti
Isi Ramalan Jayabaya tentang Masa Depan Nusantara, Ada Bencana Alam hingga Satria Piningit sebagai Pemimpin Indonesia
Indonesia Disebut Sudah Masuk Zaman Kalabendu, Apa Itu? Berikut Ciri-Cirinya Menurut Ramalan Jayabaya
Inilah Kisah Prabu Jayabaya yang Melegenda dan Dipercaya Keturunan Pandawa, Ternyata Ketenarannya Sampai ke Negeri Cina?
Inilah Beberapa Alasan yang Membuat Prabu Jayabaya Menjadi Raja yang Tersohor di Tanah Jawa, Salah Satunya Pelopor Berkembangnya Sastra Kuno?