Kamis, 4 Juni 2026

Peninggalan Kerajaan Bercorak Hindu Pertama di Aceh, Benteng Ini Punya Segudang Keunikan, Terbuat dari Adonan Putih Telur?

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 September 2024 | 22:00 WIB
Benteng peninggalan kerajaan bercorak Hindu pertama di Aceh. (Instagram @melwin_tesya_dregs)
Benteng peninggalan kerajaan bercorak Hindu pertama di Aceh. (Instagram @melwin_tesya_dregs)

SketsaNusantara.id- Inilah peninggalan kerajaan Hindu pertama yang ada di Aceh. Peninggalan yang menyimpan segudang keunikan.

Peninggalan yang dimaksud adalah situs arkeologi. Situs berupa benteng ini didirikan sekitar tahun 604 M.

Situs dari Kerajaan Lamuri yang dikenal dengan Benteng Indra Putra ini didirikan oleh Putra Raja Harsya.

Baca Juga: Siapa Fadhil Rahmi? Mengenal Cawagub Aceh 2024 yang Melaju Bersama Bustami Hamzah yang Ternyata Banyak Pengalamannya

Keberadaan benteng ini tentu menjadi peningalan sejarah di Aceh. Yakni bukti proses masuknya pengaruh Hindu ke India ke Aceh.

Pada saat itu, kerajaan Hindu pertama yang ada di Aceh ini sudah menyebar ke wilayah Utara Aceh Besar.

Tak disangka, ternyata benteng ini juga didirikan pada masa kerajaan Hindu yakni Lamuri yang pra-Islam.

Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu! Kerajaan Waigeo di Papua dan Legenda Kuno 7 Telur Ajaib: Pendiri Raja Ampat?

Letaknya yang ada di tepi pantai menghadap Selat Malaka ini menjadi keuntungan pertahanan strategis pada zamannya.

Benteng ini juga berfungsi sebagai pertahanan yang digunakan oleh Armada Laksamana Malahayati.

Ternyata mengutip dari pernyataa pembawa narasi tayangan YouTube Cinta Sejarah. Benteng ini juga berfungsi sebagai pertahanan dari serangan jin.

Baca Juga: Kota Hilang di Aceh, Kok Bisa? Ternyata Ini Pemicu Lenyapnya Pusat Perdagangan Kerajaan Lamuri yang Sempat Berjaya

Menariknya lagi, benteng utama dari peninggalan Kerajaan Lamuri ini adalah lubang pengintai yang menghadap ke laut.

Dua bangunn yang berbentuk kubah ini juga memiliki sumur di dalamnya. Keunikan lainnya adalah terletak pada susunan konstruksi yang begitu kokoh.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Cinta Sejarah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X