Senin, 13 Juli 2026

Berawal dari Konflik Orang Tua, Inilah Asal Muasal Terbentuknya Kerajaan Pajajaran di Nusantara

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 September 2024 | 13:30 WIB
Kerajaan dengan Pengaruh Besar di Nusantara, Pajajaran. (X/ @inilahduniakita)
Kerajaan dengan Pengaruh Besar di Nusantara, Pajajaran. (X/ @inilahduniakita)

Keputusan diambil agar kedua raja turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepada putra mahkota mereka.

Jayadewata, putra Dewa Niskala, akhirnya menyatukan kedua kerajaan dan diangkat sebagai Sri Baduga Maharaja, memulai pemerintahannya di Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482.

Baca Juga: Mengenal Kerajaan Banggai Sebuah Kerajaan Islam di Sulawesi Tengah yang Dibentuk Pada Abad ke-16

Di bawah kepemimpinan Sri Baduga Maharaja, Kerajaan Pajajaran mencapai puncak kejayaannya.

Ia membangun Talaga Maharenawijaya, memperkuat pertahanan ibu kota, dan mengatur sistem pemerintahan serta hukum.

Prasasti-prasasti seperti Kabantenan dan Batutulis menceritakan berbagai pencapaian Sri Baduga, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengaturan upeti.

Baca Juga: Meski Pengaruh Sunda dan Jawa Besar, Ternyata Kerajaan-kerajaan di Nusantara Lebih Suka Gunakan Bahasa Ini!

Namun, kejayaan Pajajaran tidak bertahan lama. Pada tahun 1579, Kerajaan Pajajaran runtuh akibat serangan Kesultanan Banten, yang dipimpin oleh Maulana Yusuf.

Pajajaran harus menyerah dan Palangka Sriman Sriwacana, raja terakhir Pajajaran, dipindahkan ke Banten.

Dengan runtuhnya Pajajaran, Kesultanan Banten mengambil alih kekuasaan di wilayah Sunda.

Seiring dengan runtuhnya Pajajaran, ajaran Islam mulai menyebar di wilayah Sunda, menyebabkan ketegangan di kalangan penguasa Pajajaran.

Untuk melawan kekuatan Kesultanan Demak dan Cirebon, Pajajaran menjalin aliansi dengan Portugis, memberikan akses perdagangan bebas di pelabuhan kerajaan dengan imbalan bantuan militer.

Meskipun Kerajaan Pajajaran telah lama berlalu, warisannya tetap hidup melalui peninggalan seperti prasasti Cikapundung, Huludayeuh, Pasir Datar, dan Batutulis.

Peninggalan-peninggalan ini memberikan gambaran mendalam tentang kebudayaan, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat Pajajaran.

Jejak-jejak sejarah ini masih bisa ditemukan di berbagai situs dan prasasti yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, menandai kejayaan dan kejatuhan salah satu kerajaan besar Sunda.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Learning Tower

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X