Diketahui bahasa dan aksara tersebut mencerminkan pengaruh kebudayaan India yang kuat yang menunjukkan adanya hubungan budaya yang signifikan antara Nusantara dan India.
2. Isi Prasasti
Isi Prasasti Ciaruteun diperkirakan adalah sebua puisi terhadap Raja Purnawarman.
Puisi bergaya kebudayaan India tersebut diketahui menggunakan irama anustubh yang terdiri dari 4 baris, berdasarkan pembacaannya oleh Poerbatjaraka, berikut isi puisi Prasarana Ciaruteun.
"vikkranta syavani pateh srimatah purnnavarmmanah tarumanagarendrasya visnoriva padadvayam"
Artinya:
"Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia"
3. Adanya Tanda Telapak Kaki
Selain ukiran puisi, adanya sepasang telapak kaki yang merupakan tanda dari Raja Purnawarman.
Diyakini telapak itu sebagai simbol kekuasaan dan legitimasi raja.
Selain itu untuk memperkuat hubungan antara raja dan dewa, simbolisme ini memperlihatkan bagaimana pemimpin zaman dahulu menggunakan simbol-simbol religius untuk meneguhkan posisi mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Blusukan ke Desa Bakal Ketemu Peninggalan Kerajaan? Lebih Tua dari Candi Borobudur, Prasasti di Kabupaten Batang Penuh Teka-Teki
Telusuri Jejak Peninggalan Kerajaan Ratu Shima! Prasasti di Magelang Ini Punya Makna Seindah Suasana Alam di Sekelilingnya
Dari Prasasti Dinoyo ke Candi Badut! Menelusuri Jejak Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Kuno di Jawa Timur yang Konon jadi Cikal Bakal Sejarah Kota Malang
Punya Model Unik, Saksi Bisu Jejak Kerajaan Majapahit, Punya Mitos yang Bisa Bikin Kamu Jadi...
Kisah Legendaris Ratu Shima, Pemimpin Kerajaan Kalingga yang Rela Memotong Jari Tangan Putra Mahkota karena Lakukan Kesalahan Ini...
Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang
Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto