Senin, 20 Juli 2026

Misteri Petirtaan Dewi Sri di Magetan Sebagai Peninggalan Mataram Kuno, Konon Katanya Penuh Keajaiban

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 September 2024 | 21:45 WIB
Petirtaan Dewi Sri Magetan.  (instagram.com/@dolanmagetan)
Petirtaan Dewi Sri Magetan. (instagram.com/@dolanmagetan)

SketsaNusantara.id- Kota Magetan juga ternyata menyimpan sebuah situs sejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang bernama Petirtaan Dewi Sri.

Lokasi Petirtaan Dewi Sri ini berada di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur atau sekitar 20 km dari timur pusat kota Magetan.

Situs Petirtaan Dewi Sri yang berada di kawasan candi Simbatan ini diperkirakan adalah jejak peninggalan dari Kerajaan Mataram Hindu atau Mataram Kuno.

Baca Juga: Apa Arti dari Relief Kala di Masjid Gedhe Mataram Kotagede Yogyakarta? Memiliki Makna Simbol…

Menurut mitologi yang dipercaya masyarakat Hindu Jawa, Dewi Sri dianggal sebagai tokoh perempuan yang memberikan sumber kehidupan dan kemakmuran.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tulisan yang berada di atap miniatur salah satu artefak yang berbentuk rumah dengan tulisan angka 905 Saka atau 983 Masehi, serta 917 Saka atau 995 Masehi.

Ada sebuah bilik utama yang terletak di tengah petirtaan dimana ada sebuah arca berdiri yang diyakini sebagai Dewi Sri berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari kanal youtube @Jurnal Petualang.

Baca Juga: Apa Perbedaan Arti Kata 'Mataram' di India dan Indonesia? Mengenal Makna dan Fakta dari Istilah yang Terkenal dalam Sejarah Nusantara

Menurut mitos yang beredar di masyarakat, Petirtaan Dewi bisa mengabulkan segala permintaan dari seseorang dan airnya dapat menyembuhkan segala macam penyakit.

Keadaan kolam yang terendam air membuat semua miniatur patung Dewi Sri berada di dalam kolam seluas 400 meter persegi dengan tinggi 6 meter.

Jika ingin turun ke bawah, hanya ada satu jalan yakni tangga yang lebarnya satu setengah meter di sebelah tengah sisi timur kolam.

Baca Juga: Di Mana Ujung Selokan Mataram Yogyakarta? Panjangnya 30 Kilometer, Penyelamat dari Kerja Paksa Jepang

Anak tangganya terbuat dari tumpukan batu bata dengan ukuran panjang 38 cm, lebar 22 cm, dan tebal 8 cm

Tak hanya pemandian, obyek wisata seluas 1400 meter persegi ini juga memiliki daya tarik lainnya seperti artefak berbahan batu batu berupa miniatur lumbung sebanyak 7 buah, fragmen arca 7 buah, miniatur rumah 2 buah, dan sebuah belik atau sumber air kuno.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Youtube @Jurnal Petualang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X