Ia meninggal di Pulau Tidung pada tahun 1898, jauh dari tanah kelahirannya.
Kisah Raja Pandita dan Pulau Tidung sempat terlupakan hingga akhirnya terungkap kembali pada tahun 2011, berkat perkembangan teknologi informasi.
Penelitian oleh keturunan suku Tidung dari Malinau mengungkap bahwa Raja Pandita dimakamkan di Pulau Tidung.
Makam tersebut kemudian dipindahkan dengan upacara adat suku Tidung, dan kini menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi oleh orang dari berbagai daerah.
Sejarah Pulau Tidung yang terkubur selama satu abad kini kembali hidup, mengungkapkan kekayaan budaya dan sejarah pulau ini.
Dengan kisah yang menginspirasi, Pulau Tidung kini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat yang menyimpan warisan sejarah yang tak ternilai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Menilik Lokasi Makam KH Bisri Syansuri di Jombang, Pesarean Ulama Pendiri NU Jadi Wisata Religi Selain Ziarah Wali Songo
Wisata Religi Makam Ki Ronggo Bondowoso: Ada Dua Makam Lainnya yang Tak Kalah Kental dengan Sejarah?
Rekomendasi Wisata Rasa di Bogor, Inilah Bakso Portugal yang Viral dengan Porsi Super Jumbo, Isi Daging Melimpah!
Baru! Destinasi Wisata Museum di Kabupaten Jember, Bisa Tour Sambil Belajar Sejarah Pertanian
Masuk 100 Besar Nominasi ADWI 2024: Desa Wisata di Malang ini Memiliki Air Terjun dan Keragaman Unik Lainnya, Cek Lokasinya di Sini...
Dihuni Oleh 1080 Jiwa, Desa Wisata di Kota Palopo ini Memiliki Pemandangan Gumpalan Awan yang Cantik