SketsaNusantara.id - Sayuti Melik adalah pahlawan Indonesia sekaligus seorang jurnalis yang telah berjasa sebagai juru ketik naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pada 17 Agustus 1945 diperingati sebagai tanggal bersejarah bagi rakyat Indonesia, pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno menjadi sebuah tombak pertanda berita kemerdekaan Indonesia dari berbagai penjajahan.
Banyak sekali tokoh pahlawan yang membantu dalam proses kemerdekaan Indonesia, salah satunya Sayuti Melik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Pahamify, inilah sosok Sayuti Melik yang jadi penulis naskah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Sayuti Melik memiliki nama lengkap Muhammad Ibnu Sayuti yang lahir di Kadilobo, Rejodani, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 25 November 1908. Sayuti Melik adalah putra dari seorang kepala desa Sleman bernama Abdul Mu'in atau lebih dikenal dengan nama Parto Prawito.
Pada 7 Agustus 1945 Sayuti Melik menjadi salah satu anggota PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Soekarno.
Sayuti Melik dipercayai untuk turut andil dalam proses Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sebagai juru pengetikan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Keris Kyai Nogo Siluman Pangeran Diponegoro Kembali ke Indonesia: Sejarah yang Pulang ke Rumah
Dikisahkan, Sayuti Melik juga pernah sekolah jurusan keguruan di Kota Solo dan mendalami ilmu nasionalisme serta menuliskan berbagai opini di surat kabar.
Saat itu, kemudian Sayuti Melik ditangkap Belanda karena dicurigai ikut andil dalam dunia politik dan menghasut rakyat.
Hingga kemudian Sayuti Melik menjadi penyendiri dan memutuskan untuk belajar sendiri dengan terus melakukan perjuangan untuk kemerdekaan, karenanya Sayuti Melik menjadi keluar masuk penjara Belanda.
Peristiwa tersebut tidak membuat Sayuti Melik patah semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan. Setelah kemerdekaan Indonesia, Sayuti Melik bertekad melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial.
Namun sayangnya, kisah pendidikan di Universitas Indonesia ini tidak berlangsung lama dan juga tidak sampai menyandang gelar sarjana.
Artikel Terkait
Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?
Berjasa untuk Kemerdekaan Indonesia, Terungkap Sosok yang Tentukan Lokasi Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945
Padahal di Indonesia Tapi Pakai Bahasa Korea, Kok Bisa? Begini Asal Mula Suku Cia-Cia Gunakan Aksara Hangul
Makna Filosofis Bubur Sumsum, Jadi Simbol Ucapan Terima Kasih dalam Tradisi Jawa?
Kontroversi Kerja Paksa Romusha Zaman Penjajahan, Ternyata Ini Negosiasi Soekarno dengan Pemerintah Jepang
Baru! Destinasi Wisata Museum di Kabupaten Jember, Bisa Tour Sambil Belajar Sejarah Pertanian
Kisah Nyi Mas Gandasari, Seorang Panglima Perang Wanita Kesultanan Cirebon dan Penyiar Islam