Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 14:30 WIB
Patung Letkol M Sroedji dan dr. Soebandi di jalan utama Jember (Tangkapan layar Google Street)
Patung Letkol M Sroedji dan dr. Soebandi di jalan utama Jember (Tangkapan layar Google Street)

Letkol M Sroedji dan dr. Soebandi yang sedang istirahat pun bergegas menyelamatkan warga sipil sebelum bergabung bersama pasukannya.

Di tengah pertempuran, sebutir peluru mengenai pundak Letkol M Sroedji yang langsung membuatnya terjatuh.

Baca Juga: 2 Kesaktian Bura, Pendekar Sakti dari Jember yang Tak Mau Disebut Pahlawan, Punya Amalan dari KH Abdul Hamid

Letkol dr. Soebandi yang juga merupakan sahabatnya itu pun bergegas menolong dan memapah Letkol Sroedji ke tempat aman.

Sayangnya, tentara Belanda dengan jumlah yang lebih banyak membuat posisi mereka tersudut.

Saat itulah sebutir peluru tiba-tiba menghantam tubuh dr. Soebandi dan membuatnya gugur seketika.

Baca Juga: Bura, Pahlawan Jember yang Mati Sadis di Tangan Belanda, Pendekar Bercelurit yang Kebal Senjata hingga Tak Punya Makam

Melihat sahabatnya terkapar tak berdaya, Letkol Sroedji seolah-olah mendapatkan kekuatan entah dari mana hingga akhirnya ia bangkit dan kembali menggenggam pistolnya.

Bak banteng ketaton, ia mengamuk, berterika sambil menembakkan peluru ke arah pasukan Belanda.

Bahkan saat pelurunya habis, Letkol Sroedji masih  melakukan perlawanan dengan tinjunya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari buku Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid 10: Perang Gerilya Semesa II, karya A.H Nasution, yang diterbitkan Angkasa Bandung (1979)

Baca Juga: Bukti Telah Menang dari Sejarah, 10 Kekuatan Pasukan Elit Indonesia Ini Mengalahkan Tentara Belanda, Kok Bisa?

Pihak Belanda yang memang sudah mengincar Letkol Sroedji sejak lama bergegas melumpuhkan pria kelahiran Bangkalan tersebut.

Jasad Letkol dr. Soebandi kemudian dikuburkan di wilayah tersebut oleh masyarakat setempat.

Sementara jasad Letkol M Sroedji dibawa ke alun-alun oleh pihak Belanda.

Kisah persahabatan keduanya ini pun diabadikan dalam sebuah patung yang kini berdiri tegak di jalan arteri Kabupaten Jember.***

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid 10: Perang Gerily

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X