SketsaNusantara.id - Pertunjukan wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya di masyarakat Jawa yang digemari banyak orang.
Wayang kulit juga menjadi salah satu titik penting dari perjalanan Islam di Nusantara melalui dakwah yang sangat canggih dari Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga.
Sebelum masa kedatangan Islam di Pulau Jawa, wayang memang telah dikenal oleh masyarakat Jawa, khususnya bagi para bangsawan.
Baca Juga: Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga
Di masa itu, pertunjukan wayang digelar secara eksklusif dan dalam bentuk gulungan-gulungan gambar per adegan. Konsep wayang itulah yang disebut sebagai wayang beber.
Kisah yang disampaikan dalam wayang beber mengambil fragmen dari kitab-kitab Mahabharata/Baratayudha dan Ramayana.
Berbeda lagi dari dakwah wayang kulit Sunan Kalijaga, kisah-kisah tersebut diolah dan diadaptasikan sehingga benar-benar menjadi muatan dakwah yang sangat populer dan efektif untuk menyebarkan ajaran Islam.
Selain itu, pertunjukan wayang kulit tidak bisa dilihat dari satu dimensi kesenian. Pasalnya, wayang kulit adalah seni yang kompleks.
Alasannya karena ada sejumlah elemen seni yang dipadukan dalam setiap karakter wayang kulit, membentuk sebuah rangkaian pertunjukan megah.
"Di dalam wayang ada seni lukis, seni tatah kriya, seni pahat, ada seni pertunjukan, ada seni suara dari dalang ke para sinden, ada seni musik, kemudian ada seni sastra, suluknya, janturannya, itu kan kompleks sekali," ujar Ustadz Salim dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Salim A. Fillah yang diunggah 6 Nvovember 2020.
Berdasarkan penjelasan Ustadz Salim di atas, ada 7 elemen seni yang membuat wayang kulit menjadi sebuah karya seni yang indah dalam masyarakat Jawa.
1. Seni Lukis
Artikel Terkait
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit
Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan