Sebagai dinasti terakhir Majapahit ketika melarikan diri di Puncak Gunung Lawu sebelum moksa atau mati tanpa meninggalkan jasad pada abad ke 15, hingga saat ini air sendang dipercaya sakti.
Pembangunan pertapaan Bancolono tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah saja, melainkan juga semua orang yang merasa terkabul permintaannya turut berkontribusi dalam proses pembangunan.
Saat ini jalan setapak dan lokasi pertapaan sudah jauh lebih baik, dengan jalan yang sudah layak dan nyaman untuk di lalui dan tahun 2021 juga sudah menambah lokasi pertapaan menjadi 4 kamar.***
Artikel Terkait
Rawon, Makanan Khas Jawa Timur Berusia 1000 Tahun, Dulu Jadi Makanan Bangsawan, Warisan Kerajaan Majapahit?
2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit
Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...
Benarkah Demak Tak Pernah Menyerang Majapahit? Simak Fakta Baru Raden Patah dan Masa Jatuhnya Kerajaan Terbesar di Nusantara
Kisah Penyerangan Prajurit Majapahit ke Giri Kedaton, Ternyata Pemimpinnya Bukan Keturunan Bangsawan?
Mitos Puncak Gunung Lawu, Konon Jadi Tempat Pengasingan Prabu Majapahit Brawijaya V