Namun ketika singgah di Aceh, Syekh Abdul Muhyi bertemu dengan Tengku Syiah Kuala atau Syaikh Abdur Ra’uf as-Singkili.
Syekh Abdul Muhyi memperdalam ilmu bersama Tengku Syiah Kuala selama beberapa tahun dan ilmu-ilmu yang didapatkannya adalah tarekat Syathariyah.
Seusai memperdalam ilmu di Aceh, Syekh Abdul Muhyi melanjutkan perjalanan menuju ke Mekkah untuk ibadah haji dan belajar ilmu agama Islam.
Sampai di Mekkah, Syekh Abdul Muhyi belajar ilmu agama Islam kepada Syekh Yusuf Al-Magassari, Hasan Al-Ajami, Ahmad Al-Qusyaayi, dan Ibrahim Kurani.
Pada tahun 1678 Masehi, Syekh Abdul Muhyi akhirnya kembali ke Ampel Denta dan menikahi seorang putri bernama Ayu Bekta.
Setelah menikah, Syekh Abdul Muhyi mulai menyebarkan ajaran Islam yang bermula di Provinsi Jawa barat.
Perjalanan dakwah Syekh Abdul Muhyi begitu panjang yang dimulai dari dirinya tinggal di Desa Darma Kuningan selama 8 tahun, lalu berpindah ke Pameungpeuk, Garut hingga di Lebaksiuh di dekat Batuwarigi.
Ketika berada di Lebaksiuh, Syekh Abdul Muhyi menemukan gua yang dikeramatkan, bernama Gua Pamijahan yang digunakan sebagai tempat tinggal terakhirnya.
Syekh Abdul Muhyi membangun perkampungan baru bersama para pengikutnya di sebelah barat Kampung Ojong, dikenal dengan sebutan Safar Wadi.
Kemudian membangun masjid dan padepokan sebagai pusat penyebaran lslam dan tarekat Syathariyah.***
Artikel Terkait
5 Makam Syekh Siti Jenar dari Cirebon hingga Tuban, Mana yang Benar?
Bukan akibat Ajaran Sesat, Syekh Siti Jenar Dihukum Mati karena Alasan yang Diungkap Sunan Giri
12 Titik Lemah Abang Warisan Syekh Siti Jenar dari Banten hingga Banyuwangi, Pusat Gerakan Islam Progresif
Benarkah Sunan Kalijaga Murid Syekh Siti Jenar? Inilah Daftar 47 Pengikut Syekh Lemah Abang dari Pejabat hingga Tokoh Keagamaan
Gara-Gara Semangka, Syekh Siti Jenar Pernah Dibawa Sunan Kalijaga Bergabung dengan Wali Songo