Kamis, 4 Juni 2026

Menilik Cerita 6 Juta Gulden Terakhir Sultan HB IX dari Rakyat Jogja yang Buat Bung Karno Terkesan, Cikal Bakal DIY?

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Juli 2024 | 16:15 WIB
Ilustrasi rakyat Jogja dipimpin Sultan Hamengkubuwono IX. (Instagram.com/@kratonjogja)
Ilustrasi rakyat Jogja dipimpin Sultan Hamengkubuwono IX. (Instagram.com/@kratonjogja)

SketsaNusantara.id - Indonesia memiliki banyak cerita sejarah yang menarik untuk dikupas, termasuk kisah tentang pemimpin Jogja, Sultan Hamengkubuwono IX.

Dari era sebelum kemerdekaan Indonesia, Keraton Kasultanan Yogyakarta sudah berdiri sebagai sebuah wilayah kerajaan.

Keraton Kasultanan Yogyakarta merupakan hasil pembagian wilayah Kerajaan Mataram yang dibagi 2, sisi lain adalah keraton Kasunanan Surakarta.

Mungkin menjadi pertanyaan sebagian masyarakat yang belum mengulik kisah sejarah wilayah Provinsi Yogyakarta.

Timbul pertanyaan, mengapa provinsi Yogyakarta disebut sebagai atau memiliki nama depan Daerah Istimewa?

Kenapa wilayah lain tidak memiliki nama Daerah Istimewa? Apa yang membuatnya istimewa dari daerah lain?

Cerita ini berawal dari Sultan Hamengkubuwono atau HB IX beserta masyarakat Jogja yang memiliki peran dan ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Indonesia memproklaasikan kemerdekaan dan dipimpin oleh presiden pertama yaitu Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Singkat cerita, di masa Indonesia goyah karena Jakarta tidak lagi menjadi wilayah RI setelah adanya Perjanjian Linggarjati, Sultan HB IX beri penawaran ke Bung Karno.

Pemimpin Jogja itu menawarkan Yogyakarta sebagai Ibukota Negara saat itu sebagai pusat pemerintahan.

Dikutip SketsaNusantara.id dari pemaparan Ustadz Salim A. Fillah di tayangan YouTube Wawacanda Abdel Achrian, Sultan Hb IX menanggung APBN Indonesia selama 4,5 sejak tahun 1946-1950.

Hal ini berhubungan erat dengan pemberian terakhir Sultan hamengkubuwono IX dari rakyat Jogja untuk Presiden Soekarno saat itu.

Sultan Hamengkubuwono IX memberikan sejumlah uang sebesar 6 juta Gulden untuk Presiden Soekarno.

Di sisi lain, Sultan Syarif Kasim Riau memberikan 12 juta Gulden kepada Bung Karno di awal masa-masa kemerdekaan Indonesia.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: YouTube Abdel Achrian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X