SketsaNusantara.id - Tempat makan menjadi tempat yang banyak dikunjungi orang-orang seperti di Kota Malang.
Hal ini dikarenakan makan menjadi salah satu kebutuhan manusia sehingga membuat tempat makan sering ramai terlebih di tempat yang banyak mahasiswanya seperti di Kota Malang.
Jika semakin enak maka akan semakin ramai pembeli suatu tempat makan, seperti warung mie ini.
Warung mie ini menjadi salah satu warung mie yang ramai dan viral yang ramai pembeli di Kota Malang yang bernama Warung Mie Cendana.
Warung Mie Cendana buka setiap hari kecuali hari Jumat. Yang buka mulai pukul 07.00 hingga 14.00.
Yang terletak di dalam pasar yakni Pasar Klojen di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @nabillaaa.nn, hanya terdapat 2 menu saja yakni mie goreng cendana dan mie kuah cendana.
Mie goreng cendana memiliki tekstur mie yang gepeng-gepeng dengan bumbu khas dan chili oil.
Baca Juga: Cuma 2 Ribuan Aja Lho! Inilah Warung Berkah di Malang, Cocok disaat Dompet Menipis
Sedangkan mie kuah cendana menggunakan mie bihun dan kuah collagen yang sedap.
Kemudian bisa memilih tambahan fishball maupun cashu sesuai dengan kesukaan dan selera.
Terdapat chili oil yang free diambil sepuasnya jadi bagi yang suka pedas tidak perlu khawatir.
Mie disini halal sehingga aman dikonsumsi oleh umat muslim tanpa khawatir lagi.
Artikel Terkait
Porsi Luar Biasa Mewah! Warung Makan Utarasa Jadi Rekomendasi Tempat Kulineran Baru di Manado, Jangan Lupa Pesan Menu Spesialnya
Kisah di Balik Kuliner Peninggalan Sunan Muria dan Sunan Kudus? Sajian Lontong Cocok untuk Sarapan Pagi, Harga Super Merakyat
Dijamin Serba Murah! Yuk Merapat ke Warung Kampus di Jember Cocok Buat Anak Kos, Buka 24 Jam Lho
Sunan Drajat Pernah Makan Ini? Rekomendasi Kuliner Legendaris Khas Lamongan, Sudah Ada Sejak Era Wali Songo
Jumbrek Makanan Jenis Apa? Kuliner Tradisional Khas Lamongan Eksis Sejak Abad ke-15, Dulu Favorit Sunan Drajat?
Docang Legend Ibu Kapsah Cirebon! Inilah Sejarah Kuliner Khas Kesukaan Para Wali Songo, Masih Eksis hingga Kini?