SketsaNusantara.id - Sunan Kudus merupakan salah tokoh Islam yang disebut Wali Songo dengan tujuan menyebarkan agama Islam di Indonesia.
Dalam sejarah, Sunan Kudus memiliki nama asli Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan dengan julukan wali al-ilmi, karena sangat menguasai banyak ilmu agama, seperti tafsir, fikih, usul fikih, tauhid, hadits, serta logika.
Gelar Sunan Kudus didapatkan, karena Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan menjadikan Kota Kudus sebagai tempat berdakwah menyebarkan Islam.
Baca Juga: Gara-Gara Semangka, Syekh Siti Jenar Pernah Dibawa Sunan Kalijaga Bergabung dengan Wali Songo
Dikutip SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto (2017), dakwah Sunan Kudus dalam menyebarkan agama Islam menggunakan pendekatan yang memanfaatkan kesenian dan budaya.
Selain itu, ia juga memanfaatkan simbol-simbol Hindu-Buddha sebagai cara pendekatan kepada masyarakat, sehingga Sunan Kudus dikenal memiliki toleransi yang tinggi terhadap agama-agama yang telah ada sebelumnya.
Pada masa itu, mayoritas masyarakat Kudus merupakan pemeluk agama Hindu dan Buddha.
Baca Juga: Silsilah Sunan Ampel Beserta Strategi Dakwahnya Menyebarkan Agama Islam di Wilayah Nusantara
Tugas utama Sunan Kudus adalah membimbing dan memberi keteladanan kepada seluruh masyarakat terkhusus wilayah Kudus.
Berhubungan dengan karya seni dan budaya, Sunan Kudus juga memiliki beberapa karya yang saat ini menjadi peninggalan berharga penuh sejarah.
Berikut adalah karya ciptaan Sunan Kudus selama berdakwah menyebarkan agama Islam di Indonesia.
1. Masjid Menara Kudus
Artikel Terkait
Sunan Muria Terkenal karena Apa? Selain Ajaran Moral dan Tembang Macapatnya, Berikut Strategi Dakwah Wali Songo Termuda
Cara Dakwah Sunan Muria: Sang Penyebar Islam di Gunung Muria dengan Kesenian dan Kebudayaan
Eksplorasi ke Makam Sunan Gresik, Tokoh Wali Songo Senior yang Ajarkan Islam dengan Dakwah Pendidikan dan Perdagangan
Larang Sembelih Sapi Saat Idul Adha, Ini Metode Dakwah Sunan Kudus yang Penuh Toleransi
Sunan Drajat Pernah Makan Ini? Rekomendasi Kuliner Legendaris Khas Lamongan, Sudah Ada Sejak Era Wali Songo