Apalagi kerap digunakan oleh warga Cirebon untuk kudapan makan pagi hingga malam. Dijual dengan harga murah.
Kalian bisa mendapatkan kuliner satu ini dengan harga mulai dari lima ribu rupiah saja. Cita rasanya juga enak di lidah, gurih khas Cirebon.
Kuliner ini dikenal dengan nama docang. Melansir dari tayangan YouTube DiniChol, docang memiliki arti.
Docang adalah akronim dari bodo dan kacang. Berbeda dengan kacang biasanya, sebab di Cirebon berarti tauge.
Docang memiliki beberapa macam sajian yang dicampur menjadi satu. Yakni terdiri dari lontong, daun singkong, tauge, kelapa parut, dan kuah oncom.
Siraman kuah oncom yang masih hangat ini akan menambah kelezatan dari kuliner khas Cirebon tersebut.
Apalagi ditambah dengan remahan kerupuk khas docang yang akan menambah kelengkapan rasa.
Kuliner docang itulah yang ada kaitannya dengan perkembangan Wali Songo di wilayah Cirebon.
Kisah ini berawal ketika Pangeran Rengganis yang tidak menyukai penyebaran Agama Islam di wilayah tersebut.
Alhasil ia membuat rencana untuk memberikan makanan kepada para wali yang dikenal dengan docang.
Baca Juga: Ada Glamping Sampai Kuliner, Melipir ke Bali Wajib Meluncur ke 6 Wisata Ini! Dijamin Bakal Nagih
Pangeran Rengganis memberikan racun ke dalam masakan tersebut agar mereka tidak lagi menyebarkan Agama Islam di Cirebon.
Artikel Terkait
Penasaran Gak Sih? Gak Nyangka, Ini Alasan Warga Sunda Jatuh Cinta Sama Kuliner Gurih dan Pedas
Dibuat Bekal Saat Perjalanan Lintas Negara? Sejarah Rendang, Kuliner Khas Sumatera Barat yang Sudah Go International
Tak Kalah Keren dengan Walisongo Lainnya, 2 Kesaktian Sunan Giri Ini Bikin Sosok Paling Hebat Langsung Tumbang
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
Ungkap Kebenaran Keberadaan Walisongo, Benarkah Historis Penyebaran Islam di Nusantara Pengaruh Mereka?
7 Muazin Sholat di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Konon untuk Mengusir Jin Jahat, Warisan Petaka Aji Menjangan Wulung Jelang Subuh