Parahnya lagi setiap bulan purnama tiba kesaktian Blacak Ngilo harus diupgrade dengan darah segar manusia.
Kehidupannya yang jauh dari ajaran Islam dan masih menyembah berhala makin membuatnya jumawa dan menggila.
Kebengisan Blacak Ngilo didengar oleh Sunan Bonang, tak ingin melihat masyarakat semakin tertindas dan tersakiti.
Sunan Bonang mengutus muridnya untuk menyampaikan pesan kepada Blacak Ngilo.
Dalam pesannya tersebut Sunan Bonang meminta Blacak Ngilo untuk menghentikan kesewenang-wenangannya.
Sunan Bonang juga meminta Blacak Ngilo untuk berhenti menyembah berhala dan mengikut ajaran Islam yang lurus dan benar.
Merasa dilecehkan dan tidak terima dengan isi pesan Sunan Bonan yang dibawa muridnya, Blacak Ngilo murka dan memenggal kepala murid Sunan Bonang.
Detik itu juga murid Sunan Bonang meninggal di tempat dengan kepala terpenggal.
Sunan Bonang sangat murka niat baiknya justru dibalas dengan kejam oleh Blacak Ngilo.
Konon tempat santri Sunan Bonang dimutilasi oleh Blacak Ngilo ini diabadikan menjadi nama sebuah desa.
Desa tersebut bernama Pangulu, Pangulu sendiri diambil dari kata Penggal Gulu atau Penggal Leher.
Desa Pangulu masih masuk wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.***
Artikel Terkait
Bukan Majapahit, Tome Pires, Penjelajah Portugis Terpukau, Kerajaan di Jawa Ini Memiliki Istana dan Berbagai Perlengkapan Bersepuh Emas
Gayatri Rajapatni, Si Bungsu Terkasih Putri Raja Kertanegara, Simbol Kekuatan Krusial Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit
4 Karomah Sunan Giri: Kalahkan Ribuan Pasukan Majapahit Cuma dengan 1 Alat Tulis hingga Miliki Keris Sakti
Punya Julukan 'Pangeran'? Inilah Nama Asli Sunan Ampel, Wali Songo Berdarah Biru, Keponakan Raja Majapahit
4 Pusaka Sakti Wali Songo: Ada Keris Sunan Kalijaga hingga Milik Sunan Giri Kalahkan Pasukan Majapahit tanpa Dipegang