Kamis, 4 Juni 2026

Kampung di Surabaya Ini Memiliki Nuansa Tempo Dulu dan Sejarah yang Unik! Lokasinya di...

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juli 2024 | 08:30 WIB
Potret Kampung Lawas Maspati di Surabaya. (Laman surabaya.go.id.)
Potret Kampung Lawas Maspati di Surabaya. (Laman surabaya.go.id.)

SketsaNusantara.id – Bagi kebanyakan orang, Surabaya dianggap menjadi kota besar di Jawa Timur yang memiliki tempat modern dan megah.

Ternyata Surabaya juga memiliki kampung unik dan penuh nilai sejarah yang patut kamu kunjungi.

Kampung ini tentunya bisa kamu jadikan destinasi wisata edukasi untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah Surabaya.

Baca Juga: 6 Pintu Pendek di Masjid Agung Banten yang Dibangun atas Bantuan Arsitek Mongolia, Simbol yang Meruntuhkan Semua Keangkuhan Manusia

Diketahui, kampung ini sudah ada sejak zaman Keraton Mataram hingga penjajahan Belanda.

Kampung ini memiliki 375 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah penduduk 1.750 yang kini produktif menghasilkan berbagai produk olahan yang bisa kamu beli saat berkunjung ke sini yaitu diantaranya cincau, lidah buaya, markisa, serta minuman jamu herbal.

Selain itu, kamu bisa menemukan aneka buah tangan lainnya yaitu kerajinan lukis kaos dan lukis topi.

Baca Juga: 7 Muazin Sholat di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Konon untuk Mengusir Jin Jahat, Warisan Petaka Aji Menjangan Wulung Jelang Subuh

Di kampung ini juga terdapat rumah bekas yang pernah ditinggali oleh Raden Soemomihardjo. Ia adalah sosok tokoh Keraton Surakarta dan masyarakat memanggilnya dengan sapaan “Ndoro Mantri”.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman jadesta.kemenparekraf.go.id, kampung ini bernama Kampung Lawas Maspati.

Saat kamu mengunjungi Kampung Lawas Maspati, kamu akan menjumpai Omah Tua 1907 yang dulunya menjadi tempat berkumpul para pemuda Maspati dan lainnya untuk membahas dan menyusun strategi peperangan 10 November 1945.

Baca Juga: Makna 3 Atap Masjid Agung Tertua Peninggalan Islam di Nusantara, Bukti Warisan Hubungan Politik Jawa dan Cina

Bangunan tersebut diketahui sampai sekarang masih utuh dan masih terjaga keasliannya. Agar makin menarik, tempat ini dijadikan cafe.

Tak hanya itu, di sini kamu akan menemukan sekolah "Ongko Loro" yang sudah ada sejak pendudukan Belanda hingga bekas pabrik roti Haji Iskak.

Halaman:

Editor: Agus Rangga Mahardika

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X